Tiap Bupati Datang, APK Yosa Lenyap, Ada Apa?

KUNINGAN (MASS) –  Maraknya kehilangan atau pencopotan alat peraga kampanye (APK) milik balon Bupati Yosa Octora Santono diberbagai tempat kembali terjadi. Uniknya hal ini sellau bertepatan dengan berkunjungnya Bupati Acep Purnama ke lokasi tersebut.

Sebagai contoh pada Rabu malam (29/11/2017) sepanjang jalur Cidahu dari arah luragung baligo/spanduk/banner Yosa Octora yang sebelumnya terpasang hilang raib entah kemana. Padahal, ditempat lain masih ada.

“Adanya baligo/spanduk/banner merupakan wujud perwakilan kandidat yang tak sempat hadir atau berkunjung ke lokasi tersebut. Selama tidak ada regulasi yang mengatur dengan detail, alat peraga kampanye semua kandidat sah-sah saja dipasang,” ujar  Salam, salahs atu pemuda Desa Cihideunghilir.

Diterangkan, hilangnya alat peraga kampanye (apk) milik Yosa berupa banner, spanduk dan baligo menjelang kedatangan bupati ke wilayah Cidahu. Ada sekitar 30 banner, 8 spanduk hilang, dan beberapa baligo.

“Padahal kami pasangnya 3 hari sebelumnya. Kami sempat liat ada mobil satpol pp merazia wilayah luragung-cidahu, namun herannya, hanya APK a Yosa yang di copot, kenapa APK calon lain bahkan APK nya Pa Acep, Desem , Ridho sendiri masih aman ” ucap Salam yang juga relawan dari Yosa Octora Santono.

Ia mengatakan, seminggu sebelumnya, di daerah Cikadu Kecamatan Nusaherang tepatnya tanggal (23/11/2017) APK Yosa Octora Santono sempat diminta dicopot oleh perangkat desa setempat. Hal itu  mengingat akan ada kedatangan bupati kesana.

Melihat hal ini tim sukses Yosa, Aep Saefullah menyatakan bahwa seyogyanya semua tim/relawan dari masing masing kandidat menahan diri, tidak berbuat semen- mena.

Semua kandidat posisi sama tidak ada yang istimewa. Alat peraga yg dipasang sebagai bentuk sosialisasi ke masyarakat, berhubung keterbatasan waktu, APKlah yang di fungsikan.

“Laporan dari lapangan, banyaknya APK kandidat kita yang hilang. Sementara SPK kandidat lainnya aman-aman saja. Ada apa ini? Ada apa dengan Yosa Octora Santono? Apa beliau segitu ditakutkan sehingga APK nya saja banyak yang dicopot? Biarlah masyarakat yg menilai,” tandas Aep.

Aep mengajak kepada seluruh masyarakat Kuningan mari berdemokrasi yang dewasa, jujur, adil dan fair tanpa ada sekat pemisah. Proses masih panjang, jika tahapan sekarang saja sudah begini, bagaimana kedepan?? Bukan dari harga APKnya yang dinilai melainkan etika berdemokrasi yang perlu dijaga. Semoga kedepan tidak terulang kembali, bagi kandidat siapapun. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com