Subsidi Listrik Dicabut untuk Masyarakat di Pedalaman

KUNINGAN (Mass) – Pencabutan subsidi listrik bertujuan untuk penghematan biaya. Lewat subsidi silang, dana hasil penghematan tersebut dialokasikan untuk membiayai ketenagalistrikan di daerah-daerah pedalaman yang belum tersentuh listrik.

Pernyataan ini dilontarkan Ketua Fraksi Restorasi PDIP, Nuzul Rachdy SE. Dia menjelaskan, setiap pemerintahan punya kebijakan. Dan setiap kebijakan itu punya tujuan. Dalam kebijakan energy ini pemerintah menghilangkan subsidi khusus bagi pelanggan 900 watt.

“Ini subsidi silang. Dari penghematan tersebut pemerintah dapat mengumpulkan Rp20,5 trilyun. Dana ini untuk biaya ketenagalistrikan di daerah yang belum tersentuh listrik seperti di Papua, Kalimantan dan lainnya,” jelas Zul.

Dikatakan, 72 tahun Indonesia merdeka namun masih ada 2.500 desa yang belum tersentuh listrik. Ketika bicara NKRI, maka perlu kiranya masyarakat untuk membantu mereka yang belum merasakan energy listrik.

“Sebelum periode Jokowi-JK berakhir, 2.500 desa ditargetkan terang benderang,” ungkapnya.

Kebijakan tersebut, imbuh Zul, bukan untuk menyengsarakan rakyat. Sebab bagi masyarakat berpenghasilan rendah yakni pelanggan 450 watt, subsidinya tidak dicabut. Pelanggan 900 watt dianggap mampu sehingga jangan terus disubsidi. (deden)

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com