Stop Kejahatan HAM terhadap Muslim Rohingya!!

KUNINGAN (MASS) – Hingga kini upaya diplomasi dari berbagai negara tengah dilakukan untuk menghentikan kejahatan HAM terhadap Rohingya. Bantuan terus berdatangan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan. Berbagai negara melakukan demonstrasi besar-besaran menekan Myanmar. Mereka mengecam kekejian, hingga pengusiran yang dilakukan para ekstrimis. Namun demikian, Myanmar belum membuka akses bantuan PBB. Sangat memungkinkan bahwa pelanggaran HAM secara brutal akan terus terjadi.

Pelanggaran HAM di manapun dan atas nama apa pun bertentangan dengan falsafah kemerdekaan dan demokrasi. Manusia bebas hidup merdeka di berbagai belahan bumi tanpa terkecuali. Begitu juga dengan Rohingya yang mayoritas muslim. Etnis ini sudah ada sejak abad ke 7 masehi. Sejak 1982 mereka tidak diakui keberadaan, baik oleh pemerintah maupun umat Budha yang mayoritas. Duka nestapa mereka seolah tiada akhir. Mencari suaka dengan menyebrang lautan serta batas lintas negara. Tujuannya adalah mencari kemerdekaan dan identitas kewarganegaraan.

Atas dasar menjunjung tiggi HAM dan solidaritas kemanusiaan, kami Pengurus Pusat Pemuda PUI meyatakan sikap:

  1. Jika krisis kemanusiaan dan genosida atas Rohingya tidak dihentikan, kami secara tegas meminta Dubes Myanmar untuk meninggalkan Indonesia. Mengingat Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi perdamaian dan menolak segala bentuk pendiaman kejahatan dan pelanggaran HAM.
  2. Meminta presiden Jokowi secara tegas menekan negara-negara ASEAN dan OKI agar mememutuskan hubungan diplomatik sebagai respon atas kejahatan HAM Myanmar.
  3. Meminta Presiden Jokowi mengirim pasukan garuda untuk menciptakan keamanan dan perdamaian di Myanmar.
  4. Mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menyuarakan kemerdekaan dan memberikan bantuan bagi para korban krisis Rohingnya.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan. semoga allah swt senantiasa membimbing kita bagi terciptanya perdamaian dan keamanan dunia. bersatunya seluruh komponen umat dan bangsa demi persatuan dunia.***

Penulis: Raizal Arifin, S.S. (Ketua PP Pemuda PUI) dan Kana Kurniawan (Sekjen PP Pemuda PUI)

 

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com