Sholawat Nariyah untuk Rohingya

KUNINGAN (MASS) – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama manusia, masyarakat yang tergabung dalam Silaturahmi Ummat dan Rakyat (Sudra), berjamaah membaca solawat nariyah di salah satu masjid di Kadugede, Kamis (7/9) malam.

KH. Ayip Abbas asal Buntet Cirebon yang memimpinnya. Ratusan orang mengikutinya. Itu dilaksanakan dalam rangka mengetuk hati ummat dan rakyat, khususnya yang menindas etnis Rohingya, supaya sadar dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

“Pembacaan solawat nariyah ini kami laksanakan sebagai bentuk peduli terhadap warga Rohingya. Mudah-mudahan, doa dan harapan yang kami balut dalam sholawat ini memberi kebaikan bagi mereka,” harap Ketua Panitia, Toto Waliyudin.

Hadir perwakilan Rumah Pintar Forum Edukasi Remaja Indonesia (Feri) yang dipimpin oleh Direktur Eksekutif, Tubagus Feri Relasyah. Kemudian juga utusan dari berbagai Banom NU, seperti Fatayat, Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU), IPPNU, dan Ketua Pagar Nusa, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat desa setempat.

“Alhamdulillah banyak masyarakat yang tertarik dan menginginkan kegiatan sholawatan ini terus berlanjut. Baik dalam rangka mendoakan muslim Rohingya supaya secepatnya hidup aman dan tentram, maupun untuk mendoakan kondisi masyarakat Kuningan supaya tetap aman dan berkah,” tutur Toto.

Direktur Eksekutif Rumah Pintar Feri, Tubagus Feri Relasyah mengapresiasi sholawat nariyahan yang dilaksanakan. Menurutnya, sebagai manusia harus terketuk hati ketika menyaksikan ada penindasan yang dialami manusia lainnya. Terlebih, etnis Rohingnya yang dibantai kali ini merupakan sesama muslim.

“Mudah-mudahan penderitaan muslim Rohingya segera berakhir. Mari kita doakan mereka, bantu mereka dengan cara apapun. Penindasan, apapun bentuknya harus kita lawan,” tandas Feri.

Selain menjadi doa bagi masyarakat etnis Rohingya, ia berharap, kegiatan sholawatan itu bisa dilaksanakan secara kontinyu. Dari masjid ke masjid, atau dari alun-alun ke alun-alun, supaya menjadi majelis silaturahmi ummat dan rakyat dalam memperkokoh ajaran ahlussunnah wal jamaah.

“Selain untuk memperkokoh ajaran aswaja, sholawatan ini harus sekaligus menumbuhkan persatuan dan kesatuan ummat dan rakyat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

Sementara, selain memimpin sholawatan, Kyai Ayyip Abbas juga memimpin doa keselamatan, seraya memohon perlindungan dan kedamaian bagi muslim Rohingya. Dia berharap, penindasan di wilayah tersebut segera berakhir dan masyarakat muslim Rohingya kembali hidup damai, aman, dan terlindungi hak hidupnya. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com