Santri ‘Ainurrafiq Diberangkatkan ke Amerika

KUNINGAN (Mass) – Satu prestasi membanggakan dicapai salah seorang santri Ponpes ‘Ainurrafiq, Hilda Ramadhoni Fauzia. Santri kelas XII IPA 2 SMA Islam ‘Ainurrafiq tersebut lolos seleksi untuk diberangkatkan ke Amerika Serikat.

Akhwat asal Sampang Madura Jawa Timur ini bersempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar antar negara. Program tersebut diprakarsai oleh Yayasan Bina Antarbudaya dalam program khusus beasiswa penuh dari Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES).

“Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) Program adalah program beasiswa penuh yang diberikan oleh U.S. Department of State kepada siswa SMA atau sederajat, yang bertujuan menjembatani pemahaman dan saling pengertian antara masyarakat negara-negara dengan populasi muslim yang signifikan dengan masyarakat Amerika Serikat,” terang Mudir Ma’had, KH Ahmad Azizi Lc.

Dijelaskan lebih lanjut, Program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study telah dilaksanakan sejak 2003, dan telah mengirim lebih dari 700 siswa Indonesia dan menerima 10 siswa dari Amerika Serikat.

Program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study, imbuhnya, memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan. Selain itu peserta program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study diharapkan dapat menjadi duta bangsa, dengan menjembatani masyarakat Amerika Serikat untuk lebih mengenal tentang Indonesia berikut kehidupan dan kebudayaannya.

“Dan khusus untuk Hilda, program KL YES ini akan mempertemukannya dengan salah satu keluarga di negera bagian di Amerika Serikat, yaitu Michigan,” sebutnya.

Perempuan yang tahun ini genap berusia 17 tahun ini akan berkesempatan merasakan atmosfer negeri Paman Sam mulai pertenghan Agustus nanti dan berakhir Juli satu tahun kemudian.

Sebelumnya, Hilda harus mengikuti serangkaian tes sebelum dinyatakan lolos mengikuti program ini. Mulai dari tes tertulis pengetahuan umum, membuat esai Bahasa Inggris, wawancara Bahasa Inggris, dan dinamika kelompok untuk melatih jiwa kepemimpinannya. Serangkaian tes ini masih belum berakhir di situ, Hilda juga diharuskan mengikuti Visa Camp di Jakarta sebelum akhirnya benar-benar dinyatakan siap mengikuti program ini.

Hilda mengungkapkan rasa bahagianya karena berhasil menjadi peserta pertama yang memiliki latar belakang pesantren yang dapat mengikuti program ini. Hilda juga menyatakan rasa terima kasihnya kepada dewan pimpinan Pondok Pesantren Ainurrafiq, guru-guru di sekolah, ustadz-ustadazah di pondok, dan teman-teman seangkatan, adik-adik kelasnya serta seluruh pihak yang sudah ikut serta membantu dan memberikan dorongan serta semangat hingga dia bisa lolos program KL YES.

“Dari ratusan siswa yang mendaftarkan diri dari chapter Karawang, saya merupakan satu-satunya peserta yang memiliki latar belakang pesantren yang dapat lolos program ini. Saya sangat bersyukur. Dan semoga nantinya saya tetap bisa menjaga nama baik pribadi, sekolah, (pondok pesantren) Ainurrafiq, Kabupaten Kuningan, dan negara Indonesia pada umumnya,” ucap Hilda.

Kepada adik-adik kelasnya, ia berpesan agar dapat mengikuti jajaknya nanti. Sehingga bisa men-syiar-kan Ainurrafiq ke seluruh poenjuru dunia.

Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan yang bertepatan dengan Grand Opening kegiatan Pensa Ainurrafiq. Hilda yang pada saat ini mengenakan pakaian khas Madura terlihat beberapa kali meneteskan air mata karena tak kuasa menahan rasa bangga, haru, dan sedihnya. Begitu juga dengan teman-teman sekelasnya merasa akan merasa kehilangan sosok Hilda yang periang itu.

Pimpinan Pondok Pesantren Ainurrafiq, H Ahmad Rafik Rosyad, yang pada saat itu didampingi oleh perwakilan Camat Cigandamekar, Kepala Desa Panawuan, dan segenap dewan pimpinan Ainurrafiq melepas salah satu santrinya itu dengan mata yang berkaca-kaca. Ia berpesan agar Hilda dapat menjaga nama baik Ainurrafiq di manapun berada. Hilda juga diminta agar tidak lupa dengan identitasnya sebagai seorang santri. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com