Salah Satu Pemukul Mahasiswa Minta Maaf

KUNINGAN (Mass) – Meski yang memukul mahasiswa bukan seorang, tapi Rizky Aditya (22) secara gentel meminta maaf secara terbuka. Di hadapan para pewarta, pemuda yang masih berstatus magang atau sukwan di DPRD Kuningan itu menyesali perbuatannya.

“Saya mohon maaf. Saat itu memang terbawa emosi. Saya akui kesalahan saya yang belum bisa mengontrol emosi. Jadi kepada IMM dan HMI, sekali lagi saya meminta maaf,” ucap staf secretariat DPRD yang saat kejadian mengenakan seragam coklat PNS itu.

Dia menjamin tindakannya itu menjadi kesalahan yang pertama sekaligus yang terakhir. Rizky mengaku perbuatannya dilakukan secara spontan tatkala melihat ada keributan.

“Saya menyesal telah melakukannya. Saya akan ambil hikmahnya dan tidak akan mengulangi perbuatan yang sama,” tegas Rizky.

Permohonan maaf Rizky dilakukan di ruang Banmus DPRD. Ia didampingi Sekretaris DPRD H Suraja SE MSi dan juga Nuzul Rachdy SE yang mengaku mewakili pimpinan DPRD.

“Sebetulnya kemarin saya sudah melakukan klarifikasi. Tapi tadi saya kedatangan ormas dan LSM antara lain Siluman, Garis, Persis, KAB dan P2D yang meminta saya agar Rizky minta maaf secara terbuka di media. Jadi sekarang saya fasilitasi Rizky,” jelas Suraja.

Ia menegaskan kembali, kejadian kemarin mudah-mudahan pertama sekaligus terakhir. Menurut Suraja, itu menjadi pengalaman yang berharga bagi semua pihak. DPRD terbuka bagi siapa pun untuk menyuarakan aspirasi. Tapi tentu harus mentaati ketentuan yang berlaku.

Pernyataan senada diucapkan Nuzul Rachdy. Ketua Fraksi Restorasi PDIP ini ikut menyampaikan permohonan maaf atas nama lembaga DPRD. Atas insiden yang terjadi, kata Zul, tidak sedikit pun DPRD secara kelembagaan menghendakinya.

“Penyampaian pendapat di muka umum itu dilindungi oleh undang-undang. Jadi seyogyanya harus menerima elemen masyarakat mana pun ketika hendak menyampaikan aspirasi,” ucapnya.

Ia mengakui, Rizky masih berjiwa muda. Sehingga ketika berkeinginan untuk melerai, terbawa situasi yang membuat terjadinya insiden. Zul kembali meminta maaf, memperkuat penyampaian Rizky.

“Kita sangat welcome ketika ada aspirasi dari elemen manapun. Memang tempatnya di sini. Hanya ada koridor yang harus dipatuhi. Harus sesuai maksud dan tujuan. Bakar ban, rusak fasilitas umum, saya kira itu bukan tujuan. Mari kita jaga kondusivitas, jaga rambu,” ajak Zul.

Politisi asal dapil 2 ini pun meminta agar penyampaian aspirasi disertai pemberitahuan sebelumnya. Karena kegiatan pimpinan DPRD sudah terjadwal. Ketika tidak ada pemberitahuan maka jadwal kegiatan kedewanan bisa disesuaikan.

“Jadi sekali lagi kami meminta maaf dan mari kita anggap semua sudah selesai,” pinta Zul. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com