Rakyat Minta Oleh-oleh Studi Banding

KUNINGAN (Mass) – Studi banding yang dilakukan empat komisi di DPRD Kuningan bakal ditagih oleh-olehnya oleh rakyat. Sebab dana ratusan juta rupiah yang digunakan puluhan wakil rakyat tersebut menggunakan dana rakyat.

“Oleh-olehnya apa buat rakyat Kuningan? Berdampak gak terhadap kemajuan Kabupaten Kuningan dan kesejahteraan rakyatnya,” ketus Ketua F-Tekkad, Soejarwo, Rabu (23/8).

Menurutnya, keberangkatan seluruh komisi ke Batam, Palembang dan Makasar dengan tema studi banding itu tidak mustahil memunculkan sikap sinis dari masyarakat. Itu cukup beralasan karena agenda tersebut dilakukan di tengah berbagai kesulitan ekonomi yang melilit rakyat kecil.

“Tentu menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah, dan ini terkesan bertolak belakang dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Tidak bisa disalahkan, jika kegiatan studi banding tersebut dinilai sebagai suatu sikap yang tidak memiliki empati terhadap kesusahan masyarakat,” ujarnya.

Agenda studi banding yang terkesan menghamburkan anggaran yang berasal dari APBD itu, menurut Jarwo, juga akan memunculkan pertanyaan. “Apakah kegiatan yang tujuannya menambah ‘wawasan’ para wakil rakyat Yang Terhormat tidak bisa didapatkan dari daerah yang lokasinya masih ada di pulau Jawa, sehingga tak terjadi pemborosan uang rakyat,” tanya dia.

Akan sangat disesalkan, tambahnya, jika dari hasil studi banding yang anggarannya berasal dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat itu tidak membawa dampak positif terhadap upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Kuningan. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com