Perguruan Tinggi Baru Ini Terima SK Pendirian dari Pusat

KUNINGAN (Mass) – Yayasan Husnul Khotimah mendapatkan kepercayaan dari Kemenag RI untuk menyelenggarakan program pendidikana jenjang sarjana bidang ilmu syariah. Belum lama ini, Ketua yayasan tersebut, H Maman Kurman SH menerima SK (Surat Keputusan) pendirian STISHK (Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah) dari Kemenag RI melalui Ditjen Pendidikan Islam.

Prof Dr Kamaruddin Amin selaku Dirjen Pendidikan Islam yang menyerahkannya secara langsung. Tempatnya di Hotel Grand Mercure Jakarta, pada acara Penyerahan Surat Ijin Pendirian Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Dalam SK No 3378 tahun 2017 yang ditandatangani Prof Dr Kamaruddin Amin di Jakarta tanggal 16 Juni 2017 itu, STISHK dapat melaksanakan perkuliahan reguler pada dua program studi. Yaitu Program Sarjana (S1) Ahwal Al-Syakhsiyyah dan Program Sarjana (S1) Muamalah.

Acara ini diadakan secara bersamaan dengan penyerahan SK serupa untuk hampir 20 berbagai bentuk perguruan tinggi Islam di berbagai daerah di Indonesia.

“Kami berharap keberadan PTKI swasta khususnya STISHK akan semakin meningkatkan pemerataan dan perluasan akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi Islam. Sebab, pemerataan dan peningkatan akses menjadi salah satu program prioritas dalam pembangunan pendidikan tinggi di Indonesia,” ujar Kamaruddin Amin.

STISHK mendapatkan perhatian dari Ditjen Pendidikan Islam, pasalnya program studi Ahwal Al-Syakhsiyyah dan Muamalah jarang diminati calon mahasiswa. Ini karena dituntut kemampuan tinggi dalam memahami ilmu-ilmu tersebut.

Sementara, Ketua STISHK DR Alfan Syafi’i yang hadir dalam acara itu mengatakan, perguruan tinggi yang berdiri di Kabupaten Kuningan ini memiliki keunggulan studi yang dapat mencetak sarjana mampu menguasai ilmu-ilmu Syariah dan Al-Quran.

“STISHK mencetak para sarjana yang menguasai ilmu-ilmu Syariah sebagai petunjuk dalam menyelesaikan persoalan-persoalan keilmuan maupun kemasyarakatan,” kata Alfan.

Selain itu, lanjut dia, lokasi kampus yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan ini sangat kondusif untuk mencetak kader ulama yang memahami ilmu-ilmu Syariah dan Al-Quran, metodologi penafsiran, dan tantangan yang dihadapinya.

“Selain ilmu Syariah dan Al-Qur’an, ada tambahan perkuliahan dengan materi menunjang peningkatan kualitas kehidupan mereka di masa mendatang seperti entrepreneurship,” ujarnya.

Hadir dalam pertemuan itu, Kepala Subdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat PTKI Kemenag RI Drs Agus Sholeh MEd, Puket II Bidang Adm dan Keuangan Wawan Romliansyah SPdI, dan 19 pimpinan PTKI lainnya penerima SK Pendirian.

Penerimaan Mahasiswa Baru STISHK Tahun Ajaran 2017/2018 masih dibuka hingga 24 Agustus 2017. September ini STISHK akan mengadakan kuliah umum mahasiswa baru di Kampus Pondok Pesantren Husnul Khotimah.

“Kami mengundang semua calon mahasiwa dari seluruh siswa SMA dan sederajat yang terbaik untuk belajar di STISHK. Bagi pemula akan diberikan pemantapan bahasa Arab dan tahsin Al-Quran saat satu tahun masa awal perkuliahan,” ungkap Alfan.

Diharapkan lulusan dari STISHK ini memiliki kafaah ilmu syariah dan hafalan minimal 5 juz dan menjadi para dai yang mampu menyelesaikan problematika riil masyarakat dengan pendekatan ilmu-ilmu Syariah dan Al-Quran.

“STISHK ini merupakan lembaga pendidikan tinggi unggulan berbasis Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemanfaatan teknologi informasi dalam upaya tegaknya syariat Islam yang rahmatan lil ’alamin serta menghasilkan cendekiawan Muslim yang berkualitas, berilmu dan berakhlakul karimah,” tukasnya. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com