Muhadjir Effendy: Amerika Saja Masih Ada yang Buta Huruf

KUNINGAN (MASS) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebutkan, dalam beberapa tahun terakhir ini Indonesia berhasil menuntaskan penduduk buta aksara sampai dengan 97,93 persen. Hal ini artinya tinggal 2,7 persen yang masih belum melek aksara.

Dikatakan, dengan predikat jumlah penduduk ke empat terbesar di dunia dengan jumlah buta huruf sebanyak itu cukup bagus. Hal ini apabila dibanding dengan negara India.

“Alhamdulillah angka butuh huruf menurun kini sisa 3,4 juta jiwa. Angka 2 persen itu kebanyakan yang sudah lansia. Angka ini terbilang bagus. Negara maju seperti Amerika saja masih ada yang buta huruf meski hanya satu persen,” ucap Muhadjir kepada wartawan usai menghadiri acara puncak Hari Aksara Internasional di Gor Ewangga Kuningan har ini.

Saat ini yang perlu waspadai adalah adanya orang-orang yang sudah melek huruf kembali menjadi butuh huruf. Hal ini karena tidak ada pembinaan dan juga kelanjutan dari pemanfaatan kemampuan membacanya.

 

Lebih lanjut Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini mengatakan dibutuhkan kerja keras untuk memberantasnya butuh huruf dan diperlukan kerjasam dari semua pemangku kebijakan.

Buta huruf itu bukan hanya tidak bisa baca, tulis dan berhitung, tetapi yang lebih mendasar mereka harus mendapatkan sesuatu dari kemampuan baca tulis dan hitung itu.

“Pesan saya kepada seluruh penduduk Indonesia untuk terus belajar terutama Program Pendidikan Karakter (PPK) bahwa belajar dapat dilakukan di mana saja, baik itu di sekolah, keluarga, dan masyarakat,” tandasnya.

Ia yakin dengan kerja keras maka angka jumlah butuh hurup bisa menyusul Amerika. Target itu bisa terwujud dalam beberapa tahun ini.

Sementara itu, usai menghadiri peringatan puncak HAI, medikbud juga mengunjungi stan dari 27 provinsi. Selain foto bersama, menteri juga ikut menari dengan anak-anak TK.

Sekedar informasi dalam Puncak HAI dihadiri dari ribuan orang. Sejak tanggal 7-8 September digelar berbagai kegiatan dan semua berjalan lancar. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com