MR Daftar Cabup Gerindra, Begini Komentar Toto

KUNINGAN (MASS) – Pernyataan Ketua DPC Partai Demokrat Kuningan, Drs H Toto Hartono nampaknya agak bersinggungan dengan pernyataan Ketua DPD Partai Demokrat Jabar, Iwan Sulanjana. Khususnya dalam konteks keikutsertaan H Mamat Robby Suganda MAP (MR) pada fit and propertest bakal calon bupati dari Partai Gerindra.

“Ia (Mamat Robby) minta ijin ke saya dulu, mau daftar di Gerindra soal pilkada tapi tetep dia Demokrat katanya. Kata saya, apa bisa? bisa katanya, ya sudah,” tutur Toto Hartono menanggapi pertanyaan wartawan, Kamis (7/9).

Menurutnya, sepanjang diterima oleh Gerindra maka dipersilakan. Selain itu, sepanjang tidak keluar dari Demokrat dan tidak menjadi anggota Gerindra. “Dia kan daftar tapi tak masuk Gerindra,” jelasnya.

Secara aturan partai, tidak ada larangan bagi kader Demokrat untuk daftar bakal calon bupati ke partai lain. “Hanya dulu saya pernah mengatakan, paling etika. Udah daftar di Demokrat, daftar di Gerindra. Kalau ditanya etikanya gimana, ya anda bisa tafsirkan sendiri,” tandas Toto.

Pensiunan pejabat Pemkab Kuningan ini melanjutkan, masalah tersebut akan menjadi catatan dirinya selaku ketua partai. Namun catatan yang mana, Toto menegaskan, hal itu menjadi urusannya. Dia hanya mengatakan, catatan itu ada yang baik dan buruk.

Seandainya MR (Mamat Robby) direkomendasi Gerindra, apakah akan dikeluarkan dari Demokrat? Sambil geleng-geleng kepala, Toto menjawab tidak. Justru menurutnya, Demokrat akan merasa bangga.

“Bangga tapi gak ngaruh terhadap hasil survey Demokrat. Kita masih ada survey kedua Oktober nanti. Siapa yang keluar, itu yang diusung Demokrat,” ungkapnya.

Ditanya bagaimana hasil survey pertama antara MR dan Yosa Octora, ia menjawab masih berimbang. Kedua-duanya dianggap kuat. Dari 21 tokoh yang diajukan untuk disurvey, kedua-duanya bagus setelah incumbent.

“Kita kan pakai Indikator (Lembaga Survey). Dua balon dari Demokrat kedua-duanya bagus berada di urutan ke 2 setelah incumbent,” sebutnya.

Sedangkan siapa yang tertinggi dari 2 balon Demokrat, Toto mengatakan tergantung kacamata yang digunakan. Apabila dari kacamata ‘Top of Mind’, Yosa lebih tinggi dari MR. Sebaliknya dari kacamata ‘Tahu dan Suka’ MR lebih tinggi.

“Top of Mind itu spontanitas tanpa diarahkan kemana. Nah dari kacamata ini Yosa 1,8 sedangkan MR 1,3. Sementara dari kacamata Tahu dan Suka, MR masih 45 persen dan Yosa 30 persen,” terang Toto.

Dari 126 halaman hasil survey tahap I, dia mengaku ada 2 halaman yang dipelajari sebagai bahan pertimbangan. Satu halaman mengulas Top of Mind, satu halaman lagi membahas Tahu dan Suka. Dari 2 kacamata tersebut, sambung Toto, masing-masing punya keunggulan. (deden)

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com