Meski Belum Jelas Pasangan, Balon Ini Fokus Mengabdi

KUNINGAN (MASS) – Meski belum jelas siapa pasangannya, bakal calon satu ini fokus bekerja dan mengabdi pada masyarakat. Semangatnya tidak kendor lantaran kesejahteraan masyarakat yang menjadi orientasi utamanya.

Balon tersebut yakni H Dudy Pamuji SE MSi yang hendak berangkat dari Partai Golkar. Program GAPURA (Gerakan Pemuda Juara Wirausaha) yang dicanangkan TRENDY (Tim Relawan Dudy Pamuji), terus direalisasikan. Kemarin saja, sedikitnya 60 anak muda dikumpulkan di Gedung Serbaguna Sidomba Jalaksana.

“Anak muda harus bangkit dan maju bersama memerangi pengangguran dengan berwirausaha. Mustahul seorang pemenang tidak punya mimpi/cita-cita. Kalian harus punya mimpi dan seorang pemenang adalah pewujud mimpi tersebut. Beda dengan pecundang karena pecundang hanya seorang pemimpi saja,” seru Dudy membakar semangat dan motivasi kaula muda.

Dirinya mengapresiasi usulan program relawan untuk bisa mengkampanyekan spirit wirausaha kepada anak muda Kuningan di 32 kecamatan. Bahkan ia punya komitmen siap menjadi ayah kandung yang menyediakan modal wirausaha pemula.

“Dengan proses dan mekanisme yang tadi sudah dijelaskan oleh Ketua TRENDY kang Asep maka saya akan tunggu proposal-proposal bisnis kalian yang saya yakini penuh inovasi dan orisinal,” kata Dudy di hadapan puluhan anak muda.

Sampai dengan minggu ke-4 Agustus pelatihan wirausaha bagi para pemuda Kuningan ini sudah berlangsung di 7 kecamatan. Diantaranya, Karangkancana, Ciwaru, Ciniru, Hantara, Nusaherang, Kramatmulya, dan Jalaksana. TRENDY akan melanjutkan kegiatan GAPURA ini di minggu ke-2 September.

Asep Sufyan Ramadhy menargetkan di bulan September ada 7 kecamatan lagi yang akan diberikan pelatihan serupa. Setiap kecamatan hanya diberi kuota 30 orang peserta.

“Memang kami masih sangat terbatas, namun dengan rutin seperti ini Alhamdulillah responnya luar biasa. Sampai saat ini sudah masuk 6 business plan yang digagas oleh para alumni GAPURA di 5 kecamatan terakhir,” sebutnya.

Dari pelatihan yang baru digelar pun, Asep memprediksi, paling tidak akan ada 4-5 business plan baru yang diusulkan. Pihaknya bersyukur peserta sangat antusias. Bahkan yang membanggakan pelatihan kali ini banyak diikuti oleh anak-anak SMA yang ingin belajar wirausaha.

“Saya punya keyakinan jika suatu saat nanti di setiap desa ada Pusat Inkubasi Bisnis, maka anak-anak muda di desa akan termotivasi untuk berlomba-lomba mengusulkan ide-ide bisnis yang inovatif. Karena itu, dalam setiap pelatihan saya tekankan betul konsep berpikir kreatif sebagai dasar berwirausaha bagi anak-anak muda,” ujar mantan ketua STIKKU tersebut.

Pada pelatihan kali ini juga diselipkan kegiatan pengumuman Lomba Menulis Surat bagi Calon Bupati Kuningan Masa Depan. Sampai dengan 24 Agustus 2017, panitia menerima 44 surat elektronik (email) dari peserta lomba yang terdiri dari 85% pelajar SMA dan 15% mahasiswa.

Dari 44 surat yang masuk dilakukan seleksi tahap 1 sehingga menghasilkan 27 surat yang dianggap baik. Dari 27 surat tersebut kemudian diseleksi lagi menjadi 10 besar, dan dari 10 besar diseleksi lagi menjadi 3 besar langsung oleh Dudy Pamuji.

Terpilih menjadi Juara I atas nama Widiyanti (pelajar MA Mursyidul Falah Cikubangsari) dan berhak mendapatkan 1 unit laptop. Juara II diraih oleh Rivaldi Bimantara (pelajar SMA Negeri 2 Kuningan) dan berhak mendapatkan 1 unit phablet merk Samsung. Dan Juara III diraih oleh Risma Rizki Yanti (pelajar SMA Negeri 2 Kuningan) dan berhak mendapatkan 1 unit smartphone.

Ikut memberikan hadiah kepada para juara menulis surat, H Yudi Budiana, Ketua DPD Partai Golkar Kuningan. Dalam sambutan singkatnya, Yudi mengapresiasi kegiatan relawan Dudy Pamuji yang mampu melibatkan partisipasi anak-anak muda Kuningan untuk urun aspirasi menitipkan suara mereka kepada para calon Bupati Kuningan.

“Kebetulan pak Dudy sendiri adalah calon Bupati dari Partai Golkar, maka secara otomatis surat dari teman-teman ini dapat dijadikan rujukan dalam merumuskan visi, misi dan program ke depan. Suara anak muda Kuningan harus mendapatkan prioritas karena mereka tentu sangat memahami kondisi yang sebenarnya tentang Kuningan,” kata Yudi.

Kepada 20 terbaik pengirim surat, juga diberikan doorprize jam tangan sebagai kenang-kenangan. (deden)

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com