Masalah Double Nama Dalam Mutasi, Ini Sikap yang Diambil Bupati

KUNINGAN (Mass) –  Masalah double nama dalam satu jabatan yang terjadi pada mutasi Kamis pekan lalu sudah diselesaikan oleh Bupati Kuningan H Acep Purnama MH. Orang nomor satu di kota kuda itu mengaku, pihaknya sudah mengambil langkah yakni menarik kedua pejabat itu ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kuningan untuk sementara waktu.

“Alasan saya datang terlambat ke acara ini salah satunya menyelesaikan masalah doubel nama yang terjadi pada mutasi. Saya tegaskan permasalahan sudah selasai,” ucap Acep kepada awak media usai menghadiri acara deklrasi dukungan dari para mantan kades dan perangkat desa di Aula Hotel Purnama Cigugur, Minggu (13/8).

Acep menegaskan kejadian double nama dalam mutasi jangan dijadikan sebuah polemik. Tapi itu murni kekeliruan yang sama sekali tidak ada unsur kesengajaan.

“Salah ketik boleh. Disebut kelelahan boleh juga,  saya akui saya juga lelah. Kenapa kita bisa kelelahan. Kita sudah membuat rencana-rencana namun karena ada perubahan mendadak baik saya ada penggilan dari DPP maupun ada kunjugan Kapolda,” tandas bupati dari PDIP Perjuangan ini.

Untuk solusi masalah di UPTD Kecamatan maka dua pejabat itu akan ditarik ke Disdikpbud. Sedangkan jabatan yang kosong tersebut akan diisi oleh Plt.

Hal ini sambil menunggu keputusan dari Kemendagri. Pihaknya memohon agar dua pejabat itu bisa dilantik ulang. Pasalnya, sudah diketahui semua karena enam bulan sebelum penetapan dari KPU, maka bupati dilarang melakukan mutasi.

“Menurut saya tenang jangan ada tekanan dari sana sini. Saya ini bupati. Saya tangung jawab masalah ini,” ujar Acep menegaskan.

Terkait akan ada langkah PTUN yang akan diambil oleh kedua pejabat itu, Acep mempersilakan untuk menempuhnya. Namun,  ia mempertanyakan, dasarnya apa untuk mem-PTUN-kan.

Sekadar informasi jabatan UPTD Ciawigebang dalam draf mutasi diisi oleh dua nama yakni Mamat Sagita dan Kartono. Mamat Sagita semula dari UPTD Luragung. Sedangkan Kartono dari UPTD Lebakwangi.

Dari kabar yang kuninganmass.com peroleh, seharusnya jabatan Kartono bukan di UPTD Ciawigebang, tapi di salah satu UPTD yang berada dibawah BKPSDMN Kuningan.  Namun ternyata dua-duanya ingin di UPTD Ciawigebang sehingga membuat kedua pejabat itu menggunakan “kekuatan” masing-masing agar bisa bertugas di Ciawigebang. (agus)

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com