Mahasiswa Dipukuli, Siluman Siap Turun ke Jalan

KUNINGAN (Mass) – Insiden pemukulan mahasiswa pada saat aksi demonstrasi menolak Perppu No 2 tahun 2017, rupanya berbuntut panjang. Sejumlah aktivis ormas di Kuningan ramai membicarakannya. Terlebih foto dan video aksi pemukulan sudah menyebar luas via media sosial.

Beberapa pentolan ormas dan LSM bereaksi keras. Salah satunya, Muhammad Nur ST selaku ketua Siluman (Silaturahmi Umat Manusia). Ia menyesalkan terjadinya insiden pemukulan tersebut. Yang paling ia soroti, keikutsertaan staf sekretariat DPRD Kuningan berseragam coklat seperti PNS dalam memukul dan menendang mahasiswa.

“Aksi itu hak siapapun. Pengamanan sudah menjadi tugas aparat kepolisian. Tapi yang saya sesalkan, setelah melihat foto dan video yang beredar, ada seseorang berseragam PNS yang ikut menendang mahasiswa,” kata Nur kala menelepon kuninganmass.com tadi malam (7/8).

Oleh karenanya, Siluman bersama ormas-ormas lainnya siap untuk turun ke jalan. Gedung dewan akan didatangi guna mendapatkan klarifikasi ihwal aksi pemukulan mahasiswa tersebut. Karena menurut Nur, uniform yang dipakai mestinya bisa dijaga.

“Ini mencoreng citra DPRD juga. Masa gedung rakyat, rumah masyarakat, tapi pembantu rumah tangganya memperlakukan majikan seperti itu. Sekwan (sekretaris dewan) selaku atasannya harus memberikan penjelasan,” tandasnya.

Nur melanjutkan, kejadian seperti itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Reaksinya itu, terlepas dari aksi mahasiswa yang dia dengar tanpa pemberitahuan. Terlepas pula dari substansi perppu yang dipersoalkan mahasiswa.

“Kami hanya ingin agar ada permohonan maaf secara terbuka. Kok berseragam abdi negara nendang-nendang begitu. Sekwan harus memberikan klarifikasi secara terbuka,” pintanya.

Sementara itu, insiden pemukulan berawal dari adanya upaya polisi dalam memadamkan api ban bekas saat aksi berlangsung. Tiba-tiba dari arah barat berlari seorang mahasiswa, Ghozin, yang mencoba mencegah pemadaman tersebut.

Pencegahan Ghozin dilakukan dengan cara berlari dan agak melompat guna mendorong polisi yang sedang menyemprotkan Apar (alat pemadam api ringan). Sehingga lututnya terlihat seolah menendang polisi. Pasca itu, aksi pemukulan terjadi. Ghozin digebuki. Selaku korban Ghozin kemudian diamankan polisi.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) melancarkan aksi di depan gedung dewan. Mereka menyuarakan penolakan atas lahirnya Perppu No 2 tahun 2017 yang dinilai mematikan demokrasi dan bertentangan dengan UUD 45. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com