Jauh di Mata Dekat di Hati

KUNINGAN (MASS) – Pribahasa ‘Jauh di mata dekat di hati’ kerap dilontarkan oleh Wabup Dede Sembada. Pribahasa tersebut ia tujukan kepada Ketua DPRD Rana Suparman SSos yang juga ketua DPC PDIP Kuningan. Selain itu, ditujukan pula kepada Bupati H Acep Purnama MH.

“Kita harus seiring sejalan. Memang antara saya dengan pak Rana tidak selalu bersama dalam setiap waktu. Tapi meskipun jauh di mata, dekat di hati,” kata Desem usai Rapat Paripurna Istimewa Peringatan Harjad Kuningan ke 519 Senin (4/9).

Rana, imbuh Desem, adalah ketua partainya. Sehingga selaku pekerja partai, sudah jadi keharusan baginya untuk loyal. Antara dirinya dengan Rana mesti bersinergis. Terlebih Desem ditugaskan oleh Sekjen DPP, Hasto Kristiyanto kaitan dengan konsolidasi partai.

“Dengan bupati pun sama. Ibarat matahari dan bulan, kita harus seiring sejalan. Selama ini antara saya dengan bupati tidak ada persoalan,” tandasnya.

Seiring sejalan itu, jelas Desem, tidak mesti bersama-sama. Bulan meski berjauhan, bukan berarti tidak setia dalam mengiringi matahari sebagai penerang. Bulan menjadi penerang di malam hari yang cahayanya bersumber dari matahari.

“Memang bulan itu dirindukan. Bahkan pada bulan Ramadhan pun dinantikan dalam melihat hilal,” ujar Desem sambil tertawa.

Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, tugas wabup membantu bupati. Apalagi ditambah dengan adanya Pakta Integritas yang ditandatanganinya. Tugas wabup itu menyangkut pengendalian dan pengawasan.

“Makanya banyak turun ke bawah, sampai ke kelurahan dan desa. Kita awasi bagaimana realisasi anggaran di desa. Itu dalam rangka menjalankan tugas pengendalian dan pengawasan,” tukasnya. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com