Jangan Takut Minum Obat Kaki Gajah

KUNINGAN (MASS) – Kamis (5/10/2017) bertempat di Desa/Kecamatan  Ciawigebang digelar   Pencanangan Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) Filariasis (Kaki Gajah) di Kabuapten  Kuningan. Pemberian obat ini untuk   Perode III Tahun 2017.

Pelaksana ini akan dilakukan serentak dalam sebulan  di 376 desa/kelurahaan. Pada saat pencanagan  Bupati Kuningan H Acep Purnama MH bersama Kadinkes Kuningan H Raji MKes dan para pejabat lainnya memberikan contoh Kepada masyarakat dengan cara meminum obat filariasis (penyakit kaki gajah).

Dengan memberikan contoh seperti ini maka diharapkan warga Kuningan ikut meminum obat ini. Pasalnya, Kuningan merupakan salah satu daerah endemis kaki gajah di Indonesia.

Diharapkan dengan gerakan ini maka penyakit ini bisa dicegah. Bukan hanya itu, tapi yang sudah terkena juga virusnya bisa mati sehingga tidak menyebar ke orang lain.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu jangan takut karena pemerintah tidak akan meracuni warganya. Bukti saya bersama pejabat yang lain meminum obat ini menandakan bahwa obat aman,” ujar Acep dihadapan warga.

Ia meminta semua pihak mendukung POMP Filariasis karena penyakit ini penyakit menular yang menyebabkan kecacatan fisik. Selain itu juga menimbulkan masalah mental, sosial dan ekonomi, sehingga dapat berdampak pada produktifitas hidup masyarakat.

“Sekali lagi jangan takut minim obat, mari dukung programa ini sehingga Kuningan terbebas dari penyaki kaki gajah,” tandas Acep.

Sementara itu, Kadinkes Kuningan H Raji MKes mengatakan,  pemberian obat ini tidak berbahaya karena sudah lolos uji kesehatan. Untuk itu semua warga Kuningan berusia 2-70 tahun diwajibkan meminum obat ini.

“Sekali lagi ingat tadi pernyataan Pak bupati bahwa jangan takut minum obat ini. Obat ini untuk mencegah penyakit kaki gajah,” tandasnya Raji.

Diterangkan, apabila pada siang hari dan sore hari warga masih berkerja dan merasa ragu, maka minum obat ini pada malam hari menjelang tidur.

Dengan begini tidak akan ada keraguan justru akan merasa aman karena tubuh akan dilindungi dari serengan penyakit tersebut.

Khusus bagi warga yang tensi darahnya 150 keatas, maka lanjut dia, obat ini jangan diminum. Begitu juga bagi ibu hamil jangan diminum.

“Kalau ragu kunsultasi dengan petugas karena kami menyebar petugas di  ribuan pos minum obat. Mereka akan memberikan penjelasan yang rinci dan mudah dipahami,” ujar Raji yang menyebutkan kegiatan pemberian obat selama beberapa hari serentak di 32 kecamatan. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com