Isu Duet AMAN Geser Duet ADEM

KUNINGAN (MASS) – Kabar duet ADEM (Acep Purnama-Dede Sembada) jelang Pilkada 2018 rupanya mulai bergeser. Justru saat ini mulai santer duet AMAN yang hendak diusung PDI Perjuangan.

Namun, akronim AMAN ini menyimpan dua kepanjangan. Pertama, Acep Purnama-Rana Suparman dan kedua, Acep Purnama-Toto Taufikurohman Kosim.

“AMAN itu apa? Baru dengar saya. Acep Purnama-Toto Taufikurohman Kosim atau apa?,” tanya Ketua DPC PDIP Kuningan sekaligus Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman SSos, Rabu (25/10/2017).

Kebetulan pada saat Ketua MUI Pusat, Prof Dr KH Ma’ruf Amin singgah di kediaman Rana, Desa Bayuning Kecamatan Kadugede, tampak hadir pula dr Toto Taufikurohman Kosim. Pria ini merupakan kandidat dari PKB.

Saat itu, Toto bersama Ketua DPC PKB Kuningan, H Ujang Kosasih MSi usai mengikuti Apel Akbar peringatan Hari Santri Nasional di Pandapa Paramarta. Bahkan direktur RSU KMC ini ikut foto bersama baik dengan Ma’ruf Amin maupun dengan para kader PDIP. Muncul anggapan PDIP hendak berkoalisi dengan PKB.

“Kita deket dengan semua. Dengan PKB deket, dengan PKS juga, Golkar, PAN, dengan semua partai kita deket,” elak Rana saat dikonfirmasi.

Kedekatannya dengan Dokter Toto pun agak ditangkis oleh Rana. “Saya dengan semua deket. Dengan pak Dudy (Dudy Pamuji) juga deket. Begitu pun dengan yang lainnya. Gak ada yang istimewa, sama kok sama,” ucapnya.

Soal koalisi partai ini Rana menegaskan, semua berencana untuk berkoalisi. Intinya, kata dia, partai yang diperbolehkan UU boleh berkoalisi maka akan berkoalisi.

“Delapan dari sembilan partai yang memperoleh kursi di dewan itu adalah teman koalisi kami,” tandas Rana.

Kembali ke akronim AMAN, salah seorang awak media nyeletuk bahwa AMAN itu kependekan dari Acep Purnama-Rana Suparman.

“Ah enggak, belum nyampe ke situ, belum. Kalau saya, prinsipnya sebagai ketua partai bertanggungjawab terhadap keputusan apapun yang sudah ditetapkan oleh DPP,” tegas dia.

Selain itu, imbuh Rana, DPC partai sebagai induk organisasi di kabupaten harus menjadi panglima dalam pertarungan pilkada yang akan datang.

“Saya, seluruh jenjang partai, DPC, PAC, Departemen, komite partai, ranting, anak ranting, para pemegang KTA harus menjadi garda terdepan dalam menyukseskan pilkada,” tandasnya lagi.

Menanggapi pertanyaan guyon wartawan terkait KTA partai apa untuk kandidat dari PDIP, Rana pun menjawabnya secara guyon.

“Kalau calon bupati dan wakil bupatinya dari PDIP, ya KTAnya PDIP lah. Masa KTA PKS,” celetuknya.

Disinggung kedekatannya dengan Acep Purnama belakangan ini, Rana menegaskan, sejak dulu dirinya sudah dekat dan akrab. Selama 15 tahun Acep memimpin PDIP, Rana sudah bersama-sama. Mulai dari menjabat wakil sekretaris DPC, sekretaris DPC hingga ketua bappilu.

“Dan saya ikut berkontribusi besar untuk menempatkan beliau (Acep Purnama) jadi wakil bupati pada saat dengan bu Utje (Almh Hj Utje Ch Suganda). Sekarang juga jadi bupati, saya berkontribusi, termasuk jajaran DPC, partai. Mudah-mudahan beliau dapat bermanfaat bagi masyarakat Kuningan,” ungkapnya.

Rana juga mengatakan, sejak dulu ia sudah bersanding dengan Acep. Jika ada perbedaan, menurutnya wajar. Bahkan diakui Rana, terkadang ia suka menciptakan sendiri perbedaan pendapat itu.

“Biar dinamis saja. Kata Bung Karno, orang dinamis itu, jatuh bangun, jatuh bangun, itu orang dinamis. Kalau adem ayem susah dinamisnya. Ya kalau asem-asem itu enggak enak,” kata Rana dengan raut muka menahan tawa. (deden)

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com