Ini Target Uniku yang Belum Tercapai

KUNINGAN (MASS) – Pada saat acara wisuda, Selasa (29/8) selain rektor membeberkan prestasi yang sudah dicapai Uniku dalam satu tahun  terakhir ini, Rekor Dr Dikdik Harjadi SE MSi juga mengatakan target yang saat ini tengah di bidik oleh perguruan tinggi kebanggan warga Kuningan.

Selain akreditasi program studi, Uniku juga berkomitmen untuk segera mengajukan Akreditasi Institusi.  Insya Allah, mohon doanya di akhir tahun ini kami akan mengajukan akreditasi institusi dan mudah-mudahan mendapatkan peringkat akreditasi yang sesuai dengan harapan bersama,” ucap Didik dihadapan tamu undangan.

Mengenai Prodi, Didik menargetkan di akhir tahun 2018 Uniku memiliki 15 Prodi yang minimal terakreditasi B. Akreditasi Program Studi maupun Institusi merupakan bentuk akuntabilitas mutu akademik kami kepada masyarakat.

Diterangkan, komitmen terhadap mutu merupakan hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi, oleh karenanya proses penjaminan mutu internal harus berjalan dengan baik.

Salah satu yang sudah dilakukan Uniku adalah MoU dengan ITB.  Dari kerjasama itu Uniku dijadikan sebagai salah satu diantara 8 perguruan tinggi di Indonesia yang diikutsertakan dalam Program PT-Asuh ITB.

Melalui program PT-Asuh ini UNIKU akan dibimbing dan diarahkan didalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi penjaminan mutu internal maupun eksternal.

Lebih lanjut Dikdik mengatakan, peningkatan kualitas akademik, juga sangat ditentukan oleh kualifikasi akademik para dosennya.  Untuk  pihaknya terus mendorong para dosenu untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ke tingkat doktoral (S3).

Dikatakan, dari 166 orang dosen tetap yang ada, 21 orang telah berkualifikasi doktor, dan hingga saat ini ada 51 orang dosen yang sedang menempuh pendidikan S3 di beberapa perguruan tinggi seperti : UPI, Unpad, Undip, UGM, UNsoed, UNJ, Unnes dan UNS termasuk 5 orang di ASEAN E-UNIVERSITY  Malaysia.

Sementara itu, dibidang Penelitian dan publikasi, pada tahun 2017 penelitian yang dihasilkan sebanyak 94 judul. Adapun  rinciannya  berasal dari pembiayaan Internal = 81 Judul, Pembiayaan Dikti = 13 Judul dengan total dana sebesar : Rp529.000.000.

“Angka Partisipasi Penelitian Uniku saat ini mencapai 60%. Satu lagi catatan positif , yaitu Jurnal English Review saat ini sudah terindeks DOAJ dan sedang berproses untuk terindeks scopus,” tambanya.

Dibidang kerjasama, Uniku  terus berupaya untuk memperluas networking dengan berbagai lembaga dalam rangka penguatan mutu di Universitas Kuningan.  Beberapa kerjasama di dalam negeri yang telah dilakukan di tahun 2017 ini ITB, UPI, UPS Tegal, STKIP Pancasakti Bekasi, Perpanjangan MoU dg Pemprov. Jawa Barat.

Kemudian,  Kementrian Luar Negeri ( Pendirian PSA),  Baznas Kabupaten Kuningan dan Majalengka. Sedangka kerjsama internasional mencakup Rajamanggala University of Technology Krungtrep Bangkok, Prince of Songkla University Thailand, Hatyai Universiti Thailand, Fatoni University Thailand.

“Sekarang sedang dijajaki kerjasama dengan Universitas Leiden Belanda untuk publikasi ilmiah dan  sumber pustaka untuk kegiatan riset dosen maupun mahasiswa,” jelasnya.

Sementara itu, implementasi dari program kerjasama tersebut diantaranya mengirimkan 1 orang mahasiswa FE ke Rajamanggala University of Krungtrep Bangkok. Lalu,  Mengirimkan dosen ke Hatyai University Thailand.

Selain uitu juga Mengirimkan 5 orang mahasiswa ke Universiti Utara Malaysia dan dalam waktu dekat bulan September akan dikirim 2 orang mahasiswa ke Price of Songkla University Thailand.

“Alhamdulillah, pada tahun 2017 ini, 2 orang mahasiswa uniku mendapat kesempatan untuk mengikuti program Permata (Pertukaran Mahasiswa Nusantara) yang diselenggarakan oleh Kopertis Wil. IV Jawa Barat,” ujarnya.

Sementara itu Didik menyebutkan, pada tahun 2017  Uniku telah menyalurkan beasiswa sebesar Rp895.500.000. Jumlah     itu diberikan  kepada 226 mahasiswa yang berhak.

Pada kesempatan itu rektor juga menyerahkan penghargaan kepada  Mahasiswa yang berprestasi. Ini komitmen Uniku yang terus diakukan  untuk memberikan reward kepada mahasiswa yang berprestsi. (agus)

 

 

 

 

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com