Ingatkah Calon Kades Pelengkap yang Justru Terpilih? Ini Ceritanya Usai Dilantik

KUNINGAN (MASS) – Masih ingat cerita pilkades di Desa Pinara Kecamatan Ciniru yang suaminya kalah dari istrinya? Padahal kali itu istri hanya calon pelengkap karena suaminya maju kembali.

Selasa (3/10/2017) kemarin ia bersama 90 kades lainnya dilantik di Pendopo. Kades itu bernama Lili Suhaeni yang merupakan istri dari Warno mantan Kades Pinara yang menjabat dua periode.

Cerita Lili Suhaeni menang dalam pilkades sempat menggerkan karena ia diseting bukan untuk jadi kades tapi calon pelengkap. Namun, ternyata warga Pinara “mengerjai” Warno.
Meski awalnya sempat shock namun pada saat pelantikan Lili terlihat senang, terlebih ada tujuh kades perempuan yang ikut dilantik.

“Sekarang mah tidak deg-degan lagi sudah siap menjadi kades. Toh kan ada suami yang akan membingbing saya nanti,” ujar Lili sambil tersenyum.

Lili sendiri mengaku, datang dari Pinara dengan diantar delapan mobil menuju Pendopo. Pelantikan kades bagi dia bagaikan mimpi disiang bolong yang benar-benar nyata.
Selama 12 tahun itu mendapingi suami menjadi kades tidak sedikit pun ingin menggantikan posisi suaminya. Namun, guratan takdir mengharuskan memimpin warga di desa paling ujung di Kecamatan Ciniru itu.

“Saya tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan warga. Saya pasti bisa dan semua orang ketika diberi kesempatan pasti ingin memberikan yang terbaik,” jelas Lili ibu empat anak itu.

Sementara itu, Warno mengaku, lega dengan lancarnya prosesi pelantikan istrinya. Sebagai suami ia sangat bangga karena akan dicatat dalam sejarah suami istri bisa menjabat kades.

“Saya bangga menjadi suaminya meski awalnya saya yang didorong kembali jadi kades. Namun, karena tidak ada calon maka istri maju dan ternyata warga lebih memilih istri saya. Bagi saya tidak apa-apa,” tutut Warno.

Sebagai suami ia akan selalu memberikan masukan meski yakin selama mendampinginya sebagai istri banyak belajar. Menjabat kades itu gampang-gampang susah namun memang harus total.

“Saya ucapakan terimakasih kepada semua pihak. Semoga istri saya diberikan kesehaan sehingga bisa membawa Pinara lebih maju lagi,” jelasnya.

Bukan hanya cerita Lili dan Warno yang menarik dari hasil pilkades. Di Desa Gunung Keling untuk menjadi kades, harus menikah dengan perempuan luar desa dan tradisi ini berlangsung hingga saat ini. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com