Ibarat Gadis Seksi, Udin Jadi Rebutan

KUNINGAN (MASS) – Sebagai bakal calon bupati/wabup sekaligus ketua partai, H Udin Kusnaedi SE MSi saat ini seperti gadis seksi. Ia menjadi rebutan pasangan calon baik di internal Koalisi Umat sendiri maupun dari luar.

Di Koalisi Umat misalnya, ia menjadi “incaran” H Mamat Robby Suganda dan Yosa Octora Santono. Tak terkecuali kandidat dari PKS yang belakangan ini tengah menggodok ulang beberapa nama.

Posisi Udin bisa dipinang sebagai K2, bahkan bisa pula diposisikan sebagai K1. Itu merupakan konsekuensi dari kursi yang dimiliki partai yang dipimpinnya yaitu Partai Amanat Nasional (PAN).

“PAN punya 8 kursi, jadi wajar apabila menjadi partai penentu. Tapi banyak atau sedikitnya jumlah kursi, saya melihat ini berkat manuver politik pembentukan Koalisi Umat jauh-jauh hari,” ujar seorang Pemerhati Sosial Politik, Dadi Nuryana, Selasa (17/10/2017).

Pasca hembusan isu PDIP hendak mengusung satu paket pasangan calon dari internal, beberapa partai di luar Koalisi Umat mulai melirik koalisi tersebut. Meski belum resmi masuk, namun penjajakan lewat jalinan komunikasi politik tengah dilakukan.

“Partai Golkar dengan calonnya H Dudy Pamuji sekarang-sekarang ini kelihatannya berniat untuk bergabung ke Koalisi Umat. Ditambah lagi PPP yang punya jagoan M Ridho Suganda (Edo) meski masih kader PDIP,” ungkapnya.

Terlepas apakah itu bentuk bargaining agar “dilirik” Acep Purnama atau bukan, jagoan dari kedua partai ini sama-sama berkeinginan untuk berpasangan dengan Udin. Pada akhirnya, Dadi memprediksikan, para kandidat akan menumpuk di Koalisi Umat.

“Dengan menumpuk itu, sisi positifnya ada. Berarti nanti akan banyak kandidat yang bisa digodok. Tapi negatifnya juga ada. Ketika tidak ada kesepahaman diantara semua parpol, maka Koalisi Umat bisa bubar,” duga Dadi.

Udin Kusnaedi sendri kala dikonfirmasi kuninganmass.com, menyikapi hal itu dengan santai. Meski dianggap seksi, namun dirinya enggan terbuai. Bagi Udin, banyaknya parpol yang berniat gabung itu pertanda baik.

“Ya kalau banyak yang mau gabung, sangat bagus. Itu menunjukkan bahwa Koalisi Umat sangat kuat dan sangat diperhitungkan. Juga sangat terbuka lebar untuk bisa memenangkan kontestasi Pilkada 2018 nanti,” jawabnya.

Meski dengan banyaknya kandidat yang diusulkan nantinya, Udin tidak merasa pusing. “Insya Allah tidak ada yang sulit dalam segala apapun ketika tujuan dan niat kita baik. Semua akan baik,” tandasnya.

Sebagai kader partai, Udin siap dipasangkan dengan siapa saja. Yang penting menurut dia, niat dan tujuannya sama untuk menjadi abdi masyarakat, pelayan masyarakat dan untuk kepentingan masyarakat Kuningan secara umum.

Sementara itu, Senin (16/10/2017), PAN melakukan pendaftaran ke KPU Kuningan untuk menjadi peserta pemilu. Setelah menyerahkan 1.483 KTA dan KTP, berkas dari PAN dianggap lengkap oleh KPU.

Dalam pendaftaran tersebut, partai berlambang matahari terbit ini mengerahkan begitu banyak kader. Sedikitnya 30 mobil yang mereka tumpangi dengan diparkirkan di area parkir Pasar Baru. Kemudian mereka berjalan kaki menuju secretariat KPU Kuningan.

“Kita jalan kaki dari Pasar Baru karena kita tidak mau mengganggu pengguna jalan yang lain ketika rombongan PAN memarkirkan mobilnya di pinggir jalan, depan kantor KPU,” kata Ketua Tim Pilkada, H Maman Wijaya.

Dengan daftarnya ke KPU, menurut Mawi, PAN siap menghadapi pileg 2019 sebagai peserta. Bahkan siap pula untuk meramaikan Pilkada 2018 dengan melenggangkan kadernya duduk di eksekutif.

“Untuk pileg 2019, kita targetkan minimal 12 kursi. Tentu kalau Pilkada 2018, targetnya kader kita harus ke gedung putih baik sebagai bupati ataupun wabup,” pungkas politisi asal Kadugede itu. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com