Head to Head atau Tiga Pasangan Calon?

KUNINGAN (Mass) – Pasca deklarasi Koalisi Umat, peta politik sudah mulai terbaca. Dari sekian banyak bakal calon yang berniat maju, sebagian kalangan berprediksi hanya akan ada 2 pasangan saja alias head to head. Namun ada pula yang memprediksikan bakal ada 3 pasangan yang akan meramaikan bursa Pilkada 2018 nanti.

Seorang Pemerhati Sosial Politik, Adi Rahmat Hidayat ST mencoba mengeluarkan analisisnya. Menurut dia, Koalisi Umat hanya akan melahirkan satu paket pasangan saja. Tinggal menunggu PDIP bersikap, apakah hendak berkoalisi atau mengusung satu paket.

“Firasat saya sih PDIP akan ngotot satu paket. Beberapa partai lain akan menjadi pendukung. Yang sudah terlihat, Partai NasDem akan tetap bersama dengan PDIP. Kalau partai lain nampaknya melihat situasi,” kata Adi, Jumat (4/8).

Jika betul 4 parpol (PAN, PKS, Demokrat dan Gerindra) yang bersatu dalam Koalisi Umat solid, maka tersisa 5 parpol. Kelima parpol tersebut adalah PDIP, Golkar, PKB, PPP dan NasDem. Kalau saja PDIP dengan NasDem betul-betul tak bisa dipisahkan, maka tinggal 3 parpol.

“Oke peta nasional itu saya melihat ada 2 kubu yaitu 4 parpol yang di Kuningan menjadi Koalisi Umat, selebihnya menjadi kubu satunya lagi. Tapi saya kira tidak menjamin peta daerah akan persis sama dengan peta nasional,” ucapnya.

Pria jebolan perguruan tinggi Bandung tersebut menduga, bakal ada satu poros baru yang akan mengusung paket pasangan calon. Poros baru tersebut hasil perhimpunan antara Golkar, PKB dan PPP.

“Karena syarat pengusungan itu 10 kursi. Golkar dengan PKB memenuhi. Golkar dengan PPP juga memenuhi. Jadi salah satu dari 3 partai itu, bisa jadi akan bergabung ke kubu PDIP, atau justru tetap di situ,” prediksi Adi.

Ia menegaskan kembali, politik tidak bersifat matematis. Tidak menutup kemungkinan poros baru itu bukan hasil perkawinan antara Golkar dengan PKB atau Golkar dengan PPP. Justru bukan hal yang mustahil, satu atau dua parpol dari Koalisi Umat memilih untuk keluar barisan.

“Tidak mustahil pula PDIP akan merekomendasi non petahana. Karena politik itu sangat dinamis. Namun terlepas dari pengoclokan partai yang masuk koalisi A, B dan C, saya tetap memprediksikan pada Pilkada 2018 nanti hanya akan ada 3 pasangan calon,” pungkasnya. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com