Hari Krida Pertanian Bertabur Penghargaan

KUNINGAN (Mass) –  Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke 45 tingkat kabupaten  di pusatkan di Alun-alun  Desa Kedugede Kecamatan Kadugede. Berbeda ketika HKP digelar oleh Badan Katahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kabupaten Kuningan yang terbilang meriah.

Justru pada saat digelar oleh Dinas Pertanian acara berjalan sederhana. Meski begitu  kegiatan pemberian penghargaan bagi penyuluh, petani pencinta alam, sekolah  dan banyak lagi tetap dilakukan.

Begitu juga kegiatan rembuk pertanian. Ada juga  lomba hand sprayer tingkat penyuluh. Selain itu juga lomba olahan pangan. Disediakan pula berbagai macam hasil produk pertanian dal;am stan pameran.

Hari Krida Pertanian adalah hari besar bagi pertanian yang diadakan setahun sekali di Indonesia. Hari ini diperingati oleh tokoh-tokoh pertanian, peternakan, para pegawai dan pengusaha di dalam pertanian dan perkebunan.

“Pemberian reward untuk memotivasi mereka agar terus berkara. Diharapkan  bisa pemicu bagi yang lain untuk berprestasi,” jelas Kadistan  Ir Hj Triastami kepada kuninganmass.com Rabu (2/8) usai acara.

Mengenai lomba ketangkasan sengaja digelar untuk menguji keterampilan mereka. Begitu juga untuk rembuk pertanian untuk menguji wawasan para petani.

Dikatakan, yang paling penting dari semua kegiatan itu adalah mereka bisa silaturahmi. Sementara untuk pamaren hasil pertanian, perikanan dan kehutanan agar produk lebih dikenal lebih luas lagi.

Bupati H Acep Purnama MH yang mengucapkan selamat kepada mereka yang meraih penghargaan. Diharapkan Terus memberian kontribusi sehingga Kuningan terus maju.

Dikatakan,  sektor pertanian memberikan kontribusi dalam produksi berbagai jenis bahan pangan, hortikultura, baik pangan yang berasal dari tanaman pangan, perkebunan dan kehutanan sebagai sumber pangan nabati maupun pangan yang berasal dari peternakan dan perikanan sebagai sumber pangan hewani.

“Peran sektor pertanian sebagai penghasil bahan pangan akan semakin besar terutama keadaan akhir-akhir ini terjadi permasalahan atau krisis pangan sebagai akibat persaingan beberapa jenis komoditas pertanian yang digunakan sebagai sumber untuk bahan bio energi (Bio Fuell),” ucap bupati. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com