Hal Ini Dilakukan Acep Purnama, Tapi Tidak Dilakukan oleh Bupati Sebelumnya

KUNINGAN (MASS) –  Salah satu rangkaian  peringatan Hari Jadi ke-519 pada Senin tanggal 28 Agustus adalah ziarah kepada makam leluhur/sesepuh. hal ini dilakukan untuk memberikan doa atas jasanya kepada Kuningan.

Kegiatan zia­rah diawali ke makam Arya Kemuning (Kelurahan Kuningan),   Eyang Weri (Kelurahan Awirarangan)  dan Makam Ramajaksa (Kelurahan Winduherang). Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH bersama unsur Muspida, Ketua TP PKK, dan Jajaran pejabat Kabupaten Kuningan juga  menyempatan ke makam  Raden Saleh Albasah yang pernah menjabat Bupati Kuningan serta  Syekh Maulana Akbar.

Zairah dilanjutkanke makam Madrochim yang pernah menjabat  Sekda yang di makamkan di Winduherang. Kemudian ke Desa Cikaso Kecamatan Kramatmulya ke Bupati Bandi, diteruskan  ke pamakam umum Winduhaji yakni ziarah ke Bupati sebelumnya yakni Hj Utje Ch Suganda.

Dilanjutkan ke makam  Bupati Arifin yang di makamkan di Luragung dan terakhir ke Ciwaru Bupati Aruman.  Dari pengamatan kuninganmass.com dari zairah itu ada sesuatu hal yang baru yakni zairah ke makam mantan bupati.

Hal ini yang tidak dilakukan oleh bupati sebelumnya dan dilakukan oleh Bupati Acep . Meski belum semua bupati namun apa yang dilakukan Acep menunjukan bahwa ia tidak lupa akan jasa pemimpin terdahulu.

 

Zairah ke makam bupati Utje Ch Hamid Suganda di Winduhaji Kuningan

Kabag Humas Setda Kuningan Wahyu Hidayah MSi membenarkan, ada tradisi baru yang dilakukan Bupati Acep yakni zairah ke makam mantan bupati yang sudah meninggal. Pada saat ini memang fokus hanya yang ada di Kuningan untuk selanjutnya akan semua bupati terdahulu dikunjungi.

“Bupati melakukan hal ini karena Pak Bupati sadar bahwa tidak akan ada pemimpin sekarang tanpa jasa mereka. Pak Bupati mengibaratkan bahwa kepemimpinan itu ibarat seperti lari estapet, tidak akan juara tanpa bantuan dari pelari sebelumnya,” tutur Wahyu.

Sementara itu, Bupati  Acep menuturkan, sudah sepantasnya selaku penerus cita-cita para leluhur senantiasa memberikan penghormatan. Dengan cara menghargai para leluhur bisa menjadi contoh untuk kita.

“Adanya kita karena adanya mereka, adanya pemerintahan karena adanya pemerintahan sebelumnya. Jadi sepantasnya kita sebegai generasi penerusnya untuk senantiasa mendoakanya dan menteladani jasa-jasa kebaikannya,” jelasnya.

Mereka  adalah orang tua kita, disinilah kita belajar agar bertingkah laku sopan santun kepada orangtua. Dan  bisa menjadi pembe­lajaran buat siapapun untuk bisa memiliki rasa hormat, sehingga bisa dijadikan con­toh untuk masyarakat Kuningan agar te­rus memberikan semangat baru dalam menjalankan kehidupan.

Sementara itu, pada pelaksaanna zairah pemimpin doa ditugaskan kepada Ketua MUI Kabupaten Kuningan KH Azis Ambar Nawawi. Acara berlangsung lancar hingga beres. (agus)

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com