Golkar Dikabarkan Gabung ke Koalisi Umat

KUNINGAN (MASS) – Menghadapi Pilkada Serentak 2018, Partai Golkar Kuningan dikabarkan ikut barisan di Koalisi Umat. Informasi ini mencuat pasca digelarnya pertemuan petinggi parpol berlambang pohon beringin tersebut dengan petinggi parpol Koalisi Umat, Minggu (15/10/2017) sore.

Jika benar-benar terjadi, maka partai yang masuk di Koalisi Umat menjadi 5 parpol. Sebelumnya, parpol koalisi itu antara lain PAN, PKS, Demokrat dan Gerindra. Namun dengan bertambahnya parpol koalisi maka semakin bertambah pula kandidat yang harus “digodok”.

Ketua DPD Partai Golkar Kuningan, H Yudi Budiana SH kala dikonfirmasi kuninganmass.com tidak menampik ataupun mengiyakan kabar tersebut. “Kita mah kan komunikasi dengan siapa saja. Karena kita sadar bahwa Partai Golkar punya 7 kursi. Otomatis harus membangun komunikasi,” jawab Yudi, Senin (16/10/2017).

Yudi mengungkapkan, rekomendasi calon dari DPP untuk H Dudy Pamuji SE MSi sudah terbit. Langkah berikutnya, sudah menjadi tugas Dudy untuk menjalin komunikasi dengan partai lain dan calon yang akan menjadi teman koalisi. Maka dari itu, komunikasi dengan siapa saja dibangun.

“Dengan PAN bisa, dengan Gerindra bisa, dengan PKS pun biasa. Karena PDIP kan sudah satu paket, gak mungkin dong kita masih komunikasi. Kalau PDIP satu paket ya silakan. Kita dengan siapa saja di luar PDIP masih banyak,” tuturnya.

Terkait posisi K1 atau K2 apabila sudah mendapat teman koalisi, menurut Yudi, tergantung bangunan komunikasi yang dibuat. Diakuinya, Golkar sudah punya tim lobi-lobi tersendiri. Yang jelas, komunikasi politik harus terus dibangun dengan menyamakan persepsi dan chemistry.

“Macam-macam pertimbangan yang pada akhirnya kita saling sadari posisi masing-masing. Kita sadar tak mungkin mengusung sendiri seperti PDIP yang sudah punya 10 kursi. Kita butuh kawan, mitra koalisi,” ucapnya.

Kendati dengan tiap parpol berkomunikasi, imbuh Yudi, tidak menjadi jaminan koalisi yang terbangun hanya 2 parpol saja. Bisa saja seluruh parpol yang diajak komunikasi oleh Golkar satu pemahaman yang berarti tidak diparsialkan satu persatu partai.

“Karena tugas kami setelah turunnya rekomendasi, harus terus membangun komunikasi dan cari pasangan yang chemistrynya bisa muncul,” ujar Yudi.

Banyak Warga Tak Tahu Agropolitan

Sementara itu, Partai Golkar sejak awal sudah menawarkan gagasan-gagasan terkait RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) 2008-2027. RPJPD sendiri merupakan dokumen yang seharusnya dipahami oleh masyarakat Kuningan.

“RPJPD itu dokumen loh yang harus kita berikan pemahamannya kepada masyarakat sebagai bagian dari pendidikan politik. Saya sosialisasi agropolitan saja, rakyat gak ada yang tahu. Itu amanat perda kan? Kita pertanyakan dimana agropolitan,” kata Yudi Budiana.

Kandidat yang diusung oleh Golkar, imbuhnya, concern di agropolitan. Pihaknya mencoba menawarkan gagasan, ide dan program kepada rakyat, bukan hanya menawarkan calon secara personal saja.

“Kita tidak melulu menawarkan figur tanpa tahu program yang ditawarkannya kepada rakyat. Kita inginkan konstestasi nanti memberikan pendidikan politik, tak hanya memilih orang,” tukas mantan pimpinan DPRD Kuningan itu. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com