Golkar Berpaling dari PDIP Akibat Mau Satu Paket?

KUNINGAN (Mass) – Wacana satu paket calon dari PDIP, nampaknya membuat Partai Golkar melakukan ancang-ancang. Kamis (24/8) siang, petinggi partai berlambang pohon beringin tersebut menjalin pertemuan dengan petinggi PAN.

Sekitar pukul 13.00, Ketua DPD Partai Golkar Kuningan, H Yudi Budiana SH berkunjung ke kantor DPD PAN Kuningan. Ia didampingi sekretarisnya, Dani Nuryadin. Ketua PAN, H Udin Kusnaedi MSi didampingi H Loegina Bambang Marhaeni menyambut kedatangan Yudi dengan pintu terbuka.

“Kita bangun komunikasi dengan DPD PAN. Kebetulan kita punya hubungan emosional dekat dengan pak H Udin. Ini awal yang bagus,” ujar Yudi Budiana kepada kuninganmass.com.

Bukankah Golkar sudah bersepakat koalisi dengan PDIP? Yudi menegaskan, komunikasi dengan siapa pun sah-sah saja. Terlebih pihaknya ingin menyatukan persepsi terkait bagaimana Kuningan ke depan dan juga penguatan parpol.

“Kita ingin satukan persepsi Kuningan ke depan seperti apa. Kemudian penguatan parpol yang sekarang ada kecenderungan deparpolisasi, seolah peran parpol tak ada,” terang politisi asal Ciawigebang itu.

Yudi mengakui, pertemuan formal dengan petinggi PDIP belum terlaksana. Sejauh ini baru sekadar say hello. “Mungkin mereka sibuk atau apa. Ya tidak ada salahnya membangun komunikasi dengan parpol lain, terutama PAN karena kita punya hubungan emosional dengan pak H Udin,” ucapnya.

Dia bersyukur antara Golkar dan PAN mempunyai harapan dan keinginan yang sama. Bukan hanya sebatas emosional sisi figur calon tapi bagaimana peran parpol ke depan. Ditanya kemungkinan Udin berpasangan dengan Dudy Pamuji kelak, Yudi menjawab bisa saja terjadi.

“H Udin-H Dudy atau H Dudy-H Udin, itu bisa saja terjadi. Yang namanya politik kan dinamis dan cair. Mengenai wacana PDIP-Golkar, mungkin satu persepsi juga. Tapi yang namanya komunikasi itu (dengan partai lain, red) tidak haram,” tukasnya.

Sementara, Ketua PAN H Udin Kusnaedi mengatakan, pihaknya terbuka kepada siapapun dalam menjalin komunikasi politik. Dikatakan, pertemuan antara dirinya dengan Yudi Budiana baru silaturahmi politik, belum ada kesepakatan yang mengarah pada pemaketan calon.

Senada dengan Yudi, politik itu dinamis dan cair. Sehingga ketika ditanya kemungkinan Golkar bergabung ke Koalisi Umat, ia menjawab, semua kemungkinan bisa terjadi. (deden)

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com