Dulu Nabi Muhammad SAW Itu Kaya

KUNINGAN (Mass) – Pada Seminar Wirausaha yang digelar MQ Entrepreneur di Gedung Sanggariang, Minggu (27/8), salah seorang pembicara mengupas sedikit sejarah nabi. Disebutkan, dulu Nabi Muhammad SAW seorang entrepreneur sejak usia masih 12 tahun.

Yang mengungkapkannya, dr Asep Hermana SpB FINaCS FICS MM. Pemilik Metro Klinik Spesialis Bedah itu menjadi salah satu pembicara seminar yang mengusung tema ‘Wirausaha Sebagai Sunnah Rosul’.

“Nabi Muhammad SAW sudah menjadi seorang entrepreneur sejak usia 12 tahun. Beliau menjadi asisten pamannya berdagang sampai ke Syiria. Usia 17 tahun sudah punya perusahaan sendiri. Pada saat menikah usia 25 tahun maskawinnya 20 ekor unta. Itu bukan uang sedikit,” ungkap Asep.

Pada usia 25 tahun tersebut, Nabi Muhammad SAW sudah punya pasif income. Baru pada usianya yang ke 37 tahun, nabi ujlah atau nyepi diri. Tidak lama kemudian diangkat jadi nabi pada usia 40 tahun.

Jika dihitung, masa entrepreneur Nabi Muhammad SAW lebih lama ketimbang masa kenabiannya. Masa entrepreneur selama 28 tahun, sedangkan masa kenabian hanya 23 tahun.

Dokter yang memiliki banyak garapan usaha ini melanjutkan, sahabat nabi pun seorang entrepreneur. Abu Bakar bin Khottob misalnya, saat itu bisa membebaskan puluhan budak dengan harga yang tinggi. Begitu pula sahabat-sahabat nabi lainnya adalah seorang saudagar kaya.

Untuk menjadi pebisnis ulung, Asep mencoba memutar video ceramah AaGym. Diungkapkan, rahasia pebisnis sukses adalah dia harus memiliki kredibilitas. Sebab dengan begitu maka akan memiliki komitmen. Kenapa Nabi Muhammad SAW sukses dalam menjalankan bisnisnya, karena terbukti dan teruji kejujurannya.

“Nah, jadi kekuatan kita itu ada tiga. Pertama kita punya Allah. Kedua silaturahmi. Dan ketigaa kita punya rosul sebagai teladan. Dengan kekuatan tersebut kita bisa menjadi entrepreneur yang zuhud, tidak hubud dunia,” tandasnya.

Pembicara kedua, dihadirkan Ketua Yayasan Daarut Tauhid Bandung, H Gatot Kunta Kumara ST MM. Kunci entrepreneur itu menurutnya, berani memulai. Bagaimana memulai usaha? Yaitu mulai dari yang kecil dan lebih dianjurkan hobby.

“Setiap bisnis berpeluang sukses tergantung bagaimana menjalankannya,” ungkap Gatot dalam penggalan materinya.

Seminar tersebut dibuka oleh Asda II Setda, H Dadang Supardan MSi. Hadir sedikitnya 450 peserta. Tampak sejumlah undangan menghadiri, salah satunya Rektor UNIKU, Dr H Dikdik Harjadi MSi. Terlihat pula Purek UNISA, Dr Eman Sulaeman.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar seminar. Namun ada tindaklanjut dengan dibentuknya MQ Entrepreneur Forum. Mereka bakal menjadi bibit-bibit entrepreneur baru di Kuningan. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com