Demo HMI-IMM Ricuh, Mahasiswa Dipukuli

KUNINGAN (Mass) – Puluhan mahasiswa melancarkan aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kuningan, Senin (7/8). Mereka menolak Perppu no 2 tahun 2017 tentang ormas.

Aksi mereka dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Karena pintu pagar ditutup, orasi dilakukan di depan gedung dewan. Secara bergantian mereka menyuarakan protesnya atas perppu tersebut.

Di depan gedung dewan juga puluhan mahasiswa membakar ban bekas. Aksi mereka mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian dan satpol pp. Sambil membakar ban teriakan yel-yel dan orasi dikumandangkan.

Karena api dan asap dari pembakaran ban dianggap cukup mengganggu, beberapa personil unit Sabara Polres mencoba untuk memadamkan. Namun upaya mereka dicegah mahasiswa.

Dari situlah kericuhan terjadi. Salah seorang mahasiswa, Ghozin, yang menghalangi upaya pemadaman terkena getahnya. Ia dipukuli oleh unit Sabara, begitu pula beberapa staf Sekretariat DPRD. Hingga akhirnya, Ghozin dibawa masuk ke mobil untuk diamankan.

Aksi mahasiswa tersebut merupakan buntut dari dikeluarkannya Perppu no 2 tahun 2017. Mahasiswa menganggap regulasi itu membatasi masyarakat untuk berserikat dan berkumpul. Padahal klausul kebebasan berserikat telah diatur pasal 28 UUD 45.

“Perppu ini kami anggap mematikan demokrasi sekaligus bertentangan dengan UUD 45. Untuk itu kami tolak keras dan minta segera dicabut” tandas Ketua HMI Kuningan, Arif Samsul dan Ketua IMM Kuningan, Ridwan.

Ketua DPRD Rana Suparman SSos menghadapi langsung puluhan mahasiswa. Aspirasi dari mereka, menurut Rana, akan diakomodir untuk diteruskan ke pemerintah pusat. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com