Bupati Sawer Petani

KUNINGAN (MASS) – Menjelang masa tanam Bupati Kuningan H Acep Purnama menyerahkan bantun kepada petani yang tergabung pada koptan. Adapun bantuan yang diberikan adalah ala-alat pertanian.

Penyerahan diberikan di Aula Dinas Pertanian Kuningan pada Senin (8/10/2017). Puluhan orang dari perwakilan hadir dalam pemberian bantuan ini.

Adapun bantuan yang diberikan adalah 27 hand traktor, 10 unit cultivator, 7 paket porog dan 300 hands sprayer. Bantuan ini rutin diberikan kepada petani setiap tahunnya.

“Bantuan ini dari pemertintah dan petani harus bisa menjaganya. Kalau sampai hilang harus diganti,” tandas Acep.

Pemberian ini bagian dari   Pemkab Kuningan yang ingin melakukan terobosan dalam Gerakan Peningkatan Indeks Pertanaman  menjadi IP 300. Hal ini melalui kegiatan percepatan tanam, pengembangan padi hibrida dan penerapan

“Dengan diserahkannya Hand Traktor ini semoga dapat membantu dalam percepatan pengolahan tanah. Begitu pula hand sprayer agar dapat digunakan dalam rangka gerakan pengendalian OPT, sehingga di desa-desa akan tumbuh regu pengendali hama tingkat desa,” tandas Acep.

Dalam kesempatan itu Bupati Acep meminta agar peralatan bantuan itu agar tidak dialihtangankan dan tidak dikuasai oleh ketua kelompok saja, apabila hilang menjadi tanggung jawab kelompok tani.

 

Penyerahan alat pertanian

Sementara  itu, Kadistan Kuningan Ir Triastami melalui Kabid Tanaman Pangan Rosid Anwari SP menyebutkna, meski ada bantuan 27  unit. Namun hingga saat ini Kuningan masih kekurangan traktor sebanyak 800 unit.

Jumlah ini lanjut dia, berdasarkan perhitungan 1 traktor untuk menggarap 15 Ha lahan. Adapun harga satu traktor ini sekitar Rp24 juta-an.

“Mudah-mudahan mesin traktor ini bisa meningkatkan hasil pertanian, karena dengan bantuan mesin maka penggarapan lahan bisa lebih optimal. Apalagi saat ini sudah memasuki musim tanam,” ucap Rosid.

Ia sepakat dengan bupati bahwa mesin traktor yang hilang maka harus diganti. Pihaknya pun menganjurkan agar pengurus koptan menjaga mesin dengan cara dilakukannya piket.

“Hingga saat ini sudah ada 12 traktor yang hilang. Ini harus menjadi perhatian semua pihak,” tandasnya.

Sementara itu, usai diserahkan mesin traktor langsung diangkut oleh para pengurus koptan. Mereka tampak senang diberikan batuan ini.

“Alhamdulillah tahun kemarin dibantu mesin pompa dan sekarang hand traktor. Semoga hasil pertanian di Kadugede melimpah,” tandas Kades Dadang Ciporang.(agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com