212 Berencana Bikin Mart di Kuningan

KUNINGAN (MASS) – Berangkat dari visi bersama yang berorientasi ummat, lebih dari 100 warga Kuningan berencana untuk mendirikan minimarket. Langkah awal, mereka hendak membentuk Koperasi Syariah 212 Kabupaten Kuningan.

Niatan mereka terungkap dalam sebuah diskusi di Aula Masjid Syiarul Islam Minggu (10/9) malam. Lebih dari 100 orang mengikuti dengan menghadirkan Ketua Umum KS (Koperasi Syariah) 212 pusat, dr Taufan Budi Setyolaksono SpBS.

“Silakan kalau mau membentuk KS 212. Minimalnya 100 anggota. Ke depannya bisa bergerak di berbagai sektor ekonomi ummat, salah satunya minimarket,” ujar Taufan di hadapan peserta diskusi.

Lantaran berbentuk koperasi, maka berlaku SHU (sisa hasil usaha). Segala sesuatunya sudah diatur, termasuk itung-itungannya ketika mendirikan badan usaha. Namun ia mengingatkan, yang terpenting adalah rasa kepemilikan, bukan sekadar SHU.

“Sejak awal 2017, Alhamdulillah 212 Mart di Indonesia sudah berdiri sebanyak 21 gerai. Di Cirebon juga sudah ada. Apabila di Kuningan mau didirikan, silakan,” kata Taufan.

Ketika ada peserta diskusi yang menginformasikan bahwa di Kuningan berlaku moratorium (penghentian sementara) minimarket, Taufan menjawab enteng. Dia mengatakan, KS 212 jangan terlalu terpaku pada minimarket.

“Ya kalau minimarket belum dibolehkan, Warung 212 saja. Gitu aja kok repot. Dulu, acara TV Empat Mata tidak dibolehkan, jadi Bukan Empat Mata. FPI (Front Pembela Islam) juga kalau tidak dibolehkan, kepanjangannya jadi Front Pecinta Islam,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, ketika di Kuningan berdiri minimarket lain yang seideologi, menurut Taufan, tidak jadi masalah. Justru ketika banyak yang bergerak, akan semakin bagus. Yang penting orientasinya adalah ummat.

“Di luar Kuningan juga ada yang menamakan 411 Mart, Al Maidah Mart dan lainnya. Asal namanya tidak sama saja sehingga tidak berbenturan. Tapi kita tetap bergandengan untuk ummat,” tandasnya.

KS 212 sudah memiliki website www.koperasisyariah212.co.id. Jajaran pengurusnya para ulama terpandang. Yang duduk pada posisi Dewan Penasehat misalnya, Dr KH Ma’ruf Amin (ketua), KH M Arifin Ilham (anggota), KH Abdullah Gymnastiar (anggota), KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’I (anggota) dan Prof Dr KH Didin Hafidhuddin (anggota).

Untuk Dewan Pengawas Syariah, Dr KH Cholil Nafis (ketua) dan Dr KH Muhyidin Junaedi (anggota). Sedangkan Dewan Pengawas Operasional, Dr Anggito Abimanyu (ketua), Dr Ichsanuddin Noorsy (anggota), Jufri Sahroni (anggota), Heppy Trenggono (anggota) dan Abdul Majid Umar (anggota). (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com