PMII Pertanyakan Kembali Peran dan Fungsi KNPI

KUNINGAN (Mass) – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Kuningan kembali mempertanyakan ulang peran dan fungsi DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kuningan. Bahkan, sebagai wadah organisasi kepemudaan yang lahir dari semangat kesadaran sosial, semangat perubahan, serta mempunyai peran sebagai kelompok penyeimbang, penekan kritis pemerintah dan masyarakat, sampai saat ini dinilai belum terwujud secara nyata di Kuningan.

Demikian diungkapkan Ketua PC PMII Kuningan, Rasdi saat ditemui kuninganmass.com di sekretariatnya, Selasa (7/5). Baginya, hal itu diakibatkan oleh sistem dan paradigma berpikir KNPI yang hingga kini belum berubah dari paradigma lama yakni Orde Baru, yang meyakini wadah KNPI dapat memberikan keistimewaan, rebutan kursi kekuasaan dan lainnya, jauh dari pikiran progresif revolusioner.

“KNPI sekarang (orde reformasi) berbeda dengan KNPI dulu (orde baru), KNPI sebagai lembaga independen yang menyuarakan kebenaran di ruang publik, kebebasan berpendapat dan bersikap kritis dilakukan untuk  mengontrol kebijakan pemerintah untuk mewujudkan keadilan sosial,” tandasnya.

Menurutya, hingga kini gebrakan maupun gerakan dari tubuh KNPI itupun belum terdengar dan terlihat jelas, dari suara-suara aktivis KNPI. Paradigma wadah KNPI bukan sebagai tangga kekuasaan namun idealnya menjadi aggregator, sekaligus aritkulator kepentingan masyarakat atau pemuda.

“Bahkan, aktivis KNPI harus jelas sikap keberpihakannya kepada amanat kepentingan rakyat, yang semakin hari semakin kompleks permasalahan-permasalahan sosial di Kuningan,” terangnya.

Pihaknya sangat menyayangkan, apabila wadah KNPI yang jelas-jelas terus didukung APBD, yang tak lain uang rakyat tapi fungsinya masih jauh dari harapan rakyat. Seharusnya, KNPI mampu membangun wacana-wacana perubahan dengan sikap tegas dan objektif, sekaligus mampu menyikapi permasalahan sosial dengan kritis konstruktif.

“Dan bukan malah mendukung penyewaan gedung terhadap matahari store, hal-hal yang justru bertentangan dengan ruh pergerakan pemuda. Itulah kalau KNPI belum mampu menyeimbangkan proporsi orientasinya baik secara politik, sosial, maupun kulturalnya,” tanyanya heran.

Jangan sampai lanjut Aras sapaan akrabnya, KNPI terus terjebak dalam kepentingan-kepentingan sesaat atau pragmatis, yang selalu akan menyesatkan dalam orientasi gerakan pemuda di Kuningan. Kalau terjadi demikian, maka sampai kapanpun KNPI tidak akan berfungsi untuk memberdayakan keorganisasiannya dan pemuda di Kuingan.

“Justru, disinilah terjadinya degradasi peran KNPI di tengah-tengah kehidupan sosial dan pemuda. Dari 55 OKP di Kuningan yang terdaftar, saya mengajak untuk terus mempunyai sikap-sikap kritis terhadap wadah yang menghimpun kita bersama selama ini yakni KNPI. Mari bersama-bersama kita pertanyakan ulang secara idealis, objektif, korektif, terhadap fungsi KNPI hari ini, apakah masih relevan dan perlu keberadaan KNPI untuk menghimpun OKP-OKP? Kalau iya relevan, dari sudut mana sisi relevannya,” pungkasnya. (andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com