Pemuda Hipapelnis Budayakan Kampung Membaca

KALIMANGGIS (Mass) – Walaupun cukup jauh dari pusat perkotaan Kabupaten Kuningan, pemuda-pemudi yang tergabung dalam Hipapelnis konsisten membangun budaya membaca hingga ke kampung-kampung. Salah satunya yakni membangun Taman Baca Hipapelnis di Dusun Manis Desa Kalimanggis Kulon dengan program GBK (Gerobak Baca Keliling).

Koordinator kegiatan, Rudi Komarudin saat ditemui di lokasi taman baca kepada kuninganmass.com, Jumat (1/7), menuturkan, program GBK merupakan kegiatan rutin setiap sepekan sekali dari satu tempat ke tempat yang berbeda di wilayah tersebut. Kegiatan ini sebagai upaya ikut berpartisipasi mensukseskan cita-cita negara dalam aspek mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

“Kegiatan GBK ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca anak-anak dan berupaya memberikan pendampingan pendidikan secara non formal,” jelasnya.

Menurutnya, dalam meningkatkan minat membaca tidak semua anak peserta didik mendapatkan fasilitas penunjang yang lengkap seperti buku-buku pelajaran maupun buku ilmu pengetahuan. Apalagi, di daerah-daerah seperti di pedesaan atau mungkin bisa dikatakan terpencil, hal itu cukup sulit bagi anak-anak khususnya keluarga kurang mampu.

“Karena minimnya dukungan dari unsur-unsur tersebut, maka dari itu kami hadir di tengah-tengah permasalahan itu untuk memberikan sedikit bantuan solusi,” katanya.

Terlebih kata Rudi, dari informasi yang didapatkan bahwa minat baca masyarakat Kuningan masih memprihatinkan yakni berkisar diangka 2 persen.

“Lalu kemanakah yang 98 persen itu? Kami kira dari sekian persen itu dialihkan pada kegiatan-kegiatan hiburan dan pemuas diri seperti main games, sibuk bekerja, nonton tv dan lainnya,” ujarnya.

Pemuda yang beberapa waktu lalu dinobatkan sebagai Pemuda Pelopor Kuningan 2016 itu berharap, sudah saatnya para pemangku kebijakan dan stakeholders tidak hanya memandang dengan sebelah mata, tetapi harus bisa menyokong kegiatan nyata dan positif yang dilakukan para pemuda.

“Kami berharap adanya peran serta dan nyata dari berbagai elemen kemasyarakatan, unsur-unsur pembuat kebijakan. Dengan begitu, baru bisa bergandengan tangan wujudkan cita-cita Bangsa dan Negara,” pungkasnya. (andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com