Ini Solusi Sementara Penanganan Limbah Kotoran Sapi

KUNINGAN (MASS)- Permasaalahan limbah sapi dari kawasan Cigugur khususnya dari Kelurahan Cipari sudah sejak lama terjadi dan belum ada solusi. Warga yang terdampak seperti Kelurahan Winduherang selalu meradang dan nyaris beberapa kali akan “mengontrog” peternak.

Melihat situasi seperti itu, Bupati Kuningan H Acep Purnama mempertemukan mereka dan mengambil solusi terbaik. Dalam pertemuan Jumat (2/2/2018) bupati didampingi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Ir H Dodi Nurochmatuddin MP, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), H Amiruddin SSos MSi.

Dari pihak perwakilan tokoh masyarakat Winduherang tampak Drs Dodoy, dari pihak peternak pun hadir. Kedua Lurah dari Cipari dan Winduherang pun tampak hadir pada pertemuasn yang digelar di Aula Kelurahan Cipari itu.

Selain para peternak sapi Kelurahan Cipari dan perwakilan masyarakat Kelurahan Winduherang, pertemuan itu melibatkan unsur pengurus koperasi sapi perah sebagai mitra kerja peternak sapi.

“Alhamdulillah malam ini kita bisa duduk satu meja, satu ruangan untuk memecahkan persoalan yang sedang dihadapi ini. Tidak ada masalah yang tidak selesai selama kita mau musyawarah,” ujar Bupati Acep.

Bupati Acep menyatakan apa pun yang terjadi bukan faktor kesengajaan para peternak. Namun karena situasi dan kondisi.

Meski begitu, bukan berarti harus dibiarkan melainkan harus ada jalan keluar sehinggga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Untuk mengatasi persolan tersebut, Acep menawarkan beberapa alternatif diantaranya agar kotoran sapi dimasukan ke karung. Selanjutnya diangkut ke lahan khusus yang tidak mengganggu lingkungan.

“Mungkin ini solusi sementara, sambil jalan nanti kita sediakan lahan khusus untuk menampung kotoran sapi,” ujarnya.

Jika lahan sudah tersedia, bupati meminta kesadaran para peternak sapi menyediakan karung sendiri serta memasukan kotoran ke dalam karung.

“Saya meminta komitmenya dari masyarakat peternak mulai besok limbah kotoran sapi dimasukan ke karung,” harapnya.

Bupati mengharapkan, kotoran bisa diolah menjadi sesuati yang bernilai guna, baik itu untuk pupuk, bio gas dan lainnya. Diprioritaskan supaya tidak lagi membuang limbah sapi ke sungai yang berdampak buruk terhadap lingkungan Kelurahan Winduherang dan sekitarnya.

“Kami juga ingin menawarkan untuk merelokasi sapi yang nantinya ditempatkan di satu tempat dengan menyiapkan kandang dan lainnya. Untuk penangan ini kami akan kerjasama dengan investor,” sebutnya.

Sejauh itu Bupati menyerahkan kepada para peternak untuk memikirkan kembali serta mengevaluasi. Solusi ini merupakan langkah yang terbaik.

Sementara itu, sejumlah peternak sapi serta perwakilan masyarakat Kelurahan Winduherang menerima tawaran bupati. Bahkan mereka sepakat untuk melakukan upaya memasukan kotoran sapi ke dalam karung.

“Siap mulai besok kami akan berupaya memasukan kotoran sapi ke dalam karung,” jawab para peternak sapi,” ujar salah seorang perwakilan dari para peternak.

Sekedar informasi kotoran sapi ternak di Kelurahan sapi rata-rata sekitar 10-15 ton/ hari. Untuk menampung limbah tersebut dibutuhkan lahan sekitar 1 hingga 2 Ha. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com