Fahmina Ajak Anak Muda Berdialog Soal Kebangsaan

JALAKSANA (Mass) – Ratusan anak muda terlibat dalam dialog soal kebangsaan yang digelar Fahmina Institut di Obwis Sidomba Jalaksana Kuningan selama tiga hari, Senin (16/5). Kegiatan bertajuk Saling Menghargai dan Membuka Dialog untuk Kehidupan bersama, digagas langsung Fahmina Institut yang dikemas dalam Jambore Anak Muda sewilayah III Cirebon.

Dalam jambore itu, sedikitnya 100 peserta berkumpul di Bumi Perkemahan Sidomba untuk saling berdiskusi soal kebangsaan baik keberagaman agama, kepercayaan, seni, budaya hingga diajak berkreasi dalam memunculkan kreatifitas dalam menyebarkan pesan-pesan perdamaian.

“Jambore anak muda ini berupaya untuk mempertemukan para peserta sewilayah III Cirebon dari berbagai latar belakang budaya, agama dan kepercayaan yang berbeda-beda untuk berdialog dan menyampaikan pesan-pesan perdamaian, melalui kampanye kreatif,” ucap Penanggungjawab Kegiatan sekaligus Ketua Program Islam dan Demokrasi Fahmina Institut, Alifatul Arifiati kepada awak media usai kegiatan jambore itu.

Menurutnya, adanya kegiatan aktif seperti diskusi, berdialog dan saling menghargai terhadap sesama diharapkan akan tercipta sebuah perdamaian, dan perbedaan bukan dijadikan sebagai landasan perseteruan dan permusuhan.

“Perbedaan ini justru bisa dijadikan sebagai perekat dan pemersatu bangsa ini, yang sesuai dengan ideologi bangsa, yaitu Bhineka Tunggal Ika. Kita ingin menyampaikan kepada anak muda tentang realitas lingkungan sekitar yang sejak dulu sudah beragam,” ungkapnya.

Dari keberagaman itulah kata Mba Alif sapaan akrabnya, kemudian para peserta diajak untuk membuat kampanye kreatif, dalam menyampaikan pesan-pesan perdamaian. Melalui kampanye kreatif, remaja dan anak muda bisa berkontribusi untuk meningkatkan kreativitasnya serta bisa berkontribusi mengajak masyarakat untuk membangun budaya cinta damai.

“Pemuda harus berperan aktif dalam menciptakan perdamaian, dan berpeluang ikut berpartisipasi dalam perdamaian dunia. Hasil dari kegiatan jambore anak muda ini,  dari 100 peserta akan dikutsertakan dan diseleksi menjadi 20 peserta untuk mengikuti jambore anak muda tingkat nasional di Jakarta, dan dari tujuh peserta yang menampilkan kampanye kreatifnya, hanya tiga peserta yang terpilih menampilkan di jambore anak muda tingkat nasional,” bebernya.

Hal serupa diampaikan Ketua Panitia, Ida Ad’hiah. Kampanye kreatif yang dihasilkan anak-anak muda bangsa itu nantinya akan dibawa ke jambore anak muda tingkat nasional. Adapun sisi kreatifitasnya yakni group musik dengan lirik pesan-pesan perdamaian, kemudian ada yang berbentuk Mural dan Grafiti, dan bentuk kreatif lainnya berbentuk Website.

“Kegiatan jambore anak muda yang digelar selama tiga hari ini ditutup dengan pementasan seni, diantaranya adalah barongsai dari Perguruan Bela Diri Kelabang, tari topeng Cirebon, tari buyung Cigugur Kuningan dan group musik dari komunitas Alang-alang,” pungkasnya,” pungkasnya. (andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com