Distanakan Sarankan Waduk Darma Segera Dikeruk

KUNINGAN (Mass) – Menanggapi soal kematian ikan para petani secara missal di waduk Darma Kuningan, Kepala Distanakan (Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan) Kuningan melalui Kasi Pengembangan Sumberdaya dan Teknologi Perikanan, Denny Rianto SPi MSi menyarankan agar ada pengerukan Waduk Darma. Pasalnya, pendangkalan yang terjadi di areal waduk dinilai bisa merugikan para petani ikan jika terus dibiarkan.

“Ya kita kan disini hanya sebagai pengguna ya, karena yang mempunyai wewenang di pusat. Jadi, kita mendorong kepada pemerintah pusat agar ada pengerukan waduk,” ucapnya saat ditemui kuninganmass.com kemarin, Selasa (21/6).

Oleh sebab itu lanjut Denny, untuk keberlangsungan jangka panjang Distanakan mendorong kepada pemerintah pusat segera dilakukan pengerukan. Sebab, hal itu sangat penting karena proses pengendapan itu terlalu tebal.

“Pengerukan ini sangat penting, karena proses pengendapan sudah terlalu tebal, di dasar air itu sudah terlalu padat, tinggi sehingga langkah-langkah yang jangka panjang yang lebih baik adalah adanya pengerukan. Karena di waduk itu sudah terjadi pendangkalan cukup tinggi, dan itu salah satu faktor terjadinya afoeling gas-gas atau bahan berbahaya dari atas permukaan,” ungkapnya.

Karena Waduk Darma ini kewenangannya pemerintah pusat dibawah koordinasi BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), Denny berharap agar  langkah pengerukan itu bisa diprogramkan oleh kementrian terkait bersama dengan provinsi. “Kita tidak berwenang untuk melakukan pengerukan, karena pemerintah Kuningan hanya sebagai pengguna. Ini perlu kita dorong, karena memang benar-benar perlu dilakukan pengerukan,” ujarnya.

Walaupun soal pengerukan ini masih dianggap belum terlalu penting oleh sebagian petani ikan di Waduk Darma, baginya pengerukan jangka panjang ini sangat krusial untuk segera dilakukan.

“Bagi kami ini sangat krusial. Namun karena mungkin ada pertimbangan tidak terlalu komprehensif masalahnya, karena kita saja yang protes sehingga pemerintah pusat pun tidak terlalu merespon dengan persoalan pendangkalan Waduk Darma,” katanya.

Untuk kedalaman waduk sendiri, Denny menyebutkan bahwa, kondisi waduk itu melandai dan tidak rata. “Kalau tidak salah 20 meter itu ada, karena debit air semakin banyak dan proses pengendapan lumpur atau sisa makanan ikan tidak akan terjadi kalau sudah dikeruk. Kalau di wilayah jaring apung itu kedalaman ada 8 meter, tapi terjadi pendangkalan yang cukup signifikan dan ini akhirnya yang sering mengakibatkan terjadinya afoeling,” pungkasnya. (andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com