Berkunjung ke Tempat Bersejarah, Situs Sanghiang Tempat “Nadrang”?

KUNINGAN (MASS) – Pada perjalanan kali ini kuninganmass.com kembali mengunjungi situs bersejarah yang terletak di ujung Desa Sagarahiang Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan. Situs tersebut dinamai Situs Sanghiang.

Banyak hal yang bisa digali soal situs sanghiang, beberapa malah masih simpang siur, kapan berdirinya, apa yang ada dibaliknya, siapa yang pertama kali menggunakannya, sungguh masih banyak misteri.

Tapi kali ini kuninganmass.com tidak akan membahas hal tersebut terlalu dalam, hanya akan membawa pembaca pada pengalaman perjalanan yang luar biasa. Selain karena terletak diujung desa, jalan yang cukup tinggi kemiringannya, beberapa jalan yang tidak baik permukaanya meski sudah berbentuk tembok, serta keindahan alamnya meski beberapa ladang belum ditanami karena lahan-lahan yang tidak cukup air.

Setelah melewati rute yang panjang, melewati pedesaan dan ladang-ladang masyarakat, kita baru bisa sampai di Situs Sanghiang, tempatnya cukup jauh dari keramaian. Tapi jangan salah, selalu ada saja pengunjung yang datang, terutama akhir pekan.

Sayang sekali perjalanan kuninganmass.com kali ini tidak ditemani penjaga/kuncen situs. Perjalanan yang mengasyikkan tersebut dilalui seorang diri.
Sampai di gerbang situs, berdiri sebuah pos penjaga. Mungkin tempat karcis. Beberapa juga terdapat gubuk-gubuk. Semuanya kosong.

Tapi tak mau sia-sia, Kuninganmass.com tetap melakukan perjalanan, menapaki tangga demi tangga bermodal petunjuk arah seadanya yang dipasang sana-sini. Puluhan anak tangga mengantarkan pada situs sanghiang. Melewati pemandangan alami dari Desa Sagarahiang memang menyenangkan, meski begitu suasana alam yang sedikit mencekam karena masih alami memang terasa.

Mang Udin, salah satu warga yang kami temui di sekitar situs sempat bercerita soal situs tersebut. Katanya sudah sejak dahulu situa tersebut dikeramatkan.

“Sok dipake Nadrang, diangge patapaan,” ujarnya pada kuninganmass.com, Rabu (6/11/2019).

Dari ceritanya, situs yang ada di situs sanghiang, baik yang berbentuk menyerupai kepala hewan maupun menyerupai makam, dulunya pernah jadi tempat singgah para jenderal di masa perjuangan.

“Jendral Soedirman, Jendral Umar, katanya sih pernah di sini juga pas melawan penjajah,” tuturnya dengan nada sopan.

Meski banyak rumor, mang Udin tidak menyanggah bahwa sampai saat ini situs tersebut masih banyak dikunjungi untuk hal-hal berbau mistik.

“Nadrang, pamentaan naon bae, kuasa, jabatan sagala lah,” ucapnya dengan nada yang khas.

Mang Udin menyebut sampai saat ini pengunjung dari berbagai kota masih sering datang. Bandung, Cirebon dan kota-kota lainnya beberapa kali ditemuinya. Ada yang sekedar mengunjungi situs, ada pula yang mandi ke curug sekitar situs lingga. Soal lingga dan curug tidak dibahas disini.

Terakhir soal catatan perjalanan ini, benar atau tidaknya soal mistis memang tidak bisa dibuktikan dengan nyata. Namun jika hal tersebut bisa menjaga kelestarian dan melindungi benda bersejarah, itu cukup baik. (eki)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com