KUNINGAN (MASS) – Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan layanan QRIS antarnegara dengan Jepang bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 RI pada 17 Agustus 2025. Langkah itu menandai ekspansi QRIS di luar kawasan ASEAN, setelah sebelumnya terkoneksi dengan Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Pada tahap awal, pengguna Indonesia dapat melakukan transaksi di 35 merchant di Jepang, termasuk Tokyo, Osaka, dan Bandara Haneda, hanya dengan memindai JPQR Global menggunakan aplikasi pembayaran domestik. Ke depan, sistem tersebut akan diperluas sehingga wisatawan Jepang juga dapat bertransaksi di Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran negaranya.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut perluasan ini sebagai game changer dalam sejarah sistem pembayaran Indonesia.
“Sejak diluncurkan enam tahun lalu, QRIS telah mencapai 57 juta pengguna. Kini, melalui QRIS antarnegara, kita memperkuat inklusi digital sekaligus mempererat konektivitas ekonomi,” ujarnya, dikutip dari Indonesia.go.id, Jum’at (29/8/2025).
Data BI menunjukkan, sejak uji coba QRIS lintas negara dengan Thailand pada 2022, transaksi terus meningkat, terutama di destinasi wisata. Hingga Juni 2025, tercatat 994 ribu transaksi dengan Thailand, 4,31 juta dengan Malaysia, dan 238 ribu dengan Singapura. UMKM di Bali, Yogyakarta, dan Batam menjadi penerima manfaat utama.
Menurut Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), sepanjang kuartal I 2025, sumber dana QRIS didominasi uang elektronik (50–55%) dan tabungan (44–49%). Tren itu menunjukkan pergeseran positif menuju transaksi digital yang lebih inklusif dan efisien, meski penggunaan fasilitas kredit masih terbatas.
Pariwisata diproyeksikan sebagai sektor paling diuntungkan. Dengan QRIS lintas negara, wisatawan tidak lagi terkendala penukaran uang, biaya administrasi bank, atau risiko membawa tunai.
“Inbound transaksi saat ini masih didominasi Malaysia, namun Singapura dan Thailand berpeluang tumbuh,” kata Ketua ASPI Cosmas Setiawan.
Kerja sama Indonesia dan Jepang turut mendapat sambutan dari Menteri Keuangan Jepang, Katsunobu Kato. Ia menyebut konektivitas pembayaran sebagai wujud komitmen memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
“Transaksi barang dan jasa akan semakin dinamis, membawa kemajuan bersama,” tegasnya.
Selain Jepang, BI juga tengah melakukan uji coba integrasi QRIS dengan Tiongkok bersama UnionPay International dan PBoC. Langkah ini diproyeksikan akan mempermudah perdagangan UMKM, remitansi, hingga e-commerce lintas negara.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih membayangi, mulai dari harmonisasi regulasi, literasi digital UMKM, hingga kesiapan infrastruktur. Namun, di balik QR sederhana, tersimpan potensi besar, yaitu memperkuat daya saing pelaku usaha kecil, mempermudah wisatawan, dan mewujudkan ASEAN sebagai kawasan ekonomi digital terintegrasi. (argi)