“Saya Diadu Domba Tim SenTosa”

KUNINGAN (MASS) – Disebut sebagai Relawan Paslon Acep-Ridho atau AR yang membelot ke Paslon Toto Taufikurohman Kosim -Yosa Octora Santona atau SenTosa, membuat Tobari (35), warga Dusun Cikamuning, Desa Cipondok Kecamatan Cibibingbin berang. Pria yang akrab disapa Toba ini, membantah keras telah menjadi relawan salah satu paslon.

“Saya ini hanya rakyat kecil, sehari-hari sopir travel tidak mengerti  soal politik. Tapi diberitakan  oleh Tim SenTosa saya disebut Relawan AR yang membelot ke SenTosa. Parahnya, diberita itu saya menjelek-jelekan Paslon AR. Padahal saya gak pernah ngomong apa-apa. Juga gak pernah diwawancara siapa-siapa,” ungkap Toba, dengan nada kesal, saat klarifikasi di hadapan Cabup Nomor Urut 3 H Acep Purnama, di kediaman Tokoh Masyarakat Desa Cipondok, Ading Suryadi.

Ia mengaku saat berkumpul di teras rumah temannya, pernah didatangi Tim SenTosa. Ia ditawari jadi kordinator dusun, tapi Ia menolak. Ia pun memilih berada di teras, sedangkan Tim SenTosa ngobrol didalam.

Saat Tim SenTosa keluar rumah, Ia bersama temannya yang berada di teras diajak berfoto bersama sambil mengacungkan jari telunjuk. Usai itu tiba muncul berita saya membelot dari AR ke SenTosa.

“Waktu itu, saya hanya diajak berfoto. Sudah cuma itu saja. Saya gak ngomong apa-apa. Gak ngerti. Saksinya ada Pak Tarsono, paman saya,” tutur pria beranak dua ini, polos sambil menunjuk ke arah pamannya, Tarsono, yang langsung dijawab dengan anggukan.

Ditegaskan Toba, Ia samasekali bukan relawan paslon apapun. Soal pilihan politik, menurutnya itu adalah urusan hati. Sehingga apa yang diberitakan  tentang dirinya, bohong besar dan atas kejadian ini Ia merasa telah difitnah dan diadu domba.

“Saya  meminta siapapun pelakunya segera sadar dan menjadi orang sehat. Jangan membuat fitnah karena banyak saksi pada kesempatan itu,” ujarnya.

Ia mengaku hanya masyarakat kecil yang tengah tenang berusaha untuk menafkahi anak istri. Jangan bawa-bawa ke urusan politik. Ia bisa saja melaporkan hal ini kepada pihak berwajib karena pencemaran nama baik. Tapi tidak  dan di doakan saja ,semoga pelaku segera diberi hidayah. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com