Suara Kecamatan Tergemuk Jadi Rebutan Calon

KUNINGAN (MASS) – Di Kabupaten Kuningan terdapat satu kecamatan gemuk. Jika di mayoritas kecamatan hanya belasan desa, di kecamatan ini terdiri dari 24 desa. Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Ciawigebang.

Wajar jika massa di wilayah Kecamatan Ciawigebang jadi rebutan banyak paslon bupati/wabup. Namun berdasarkan keterangan yang diperoleh kuninganmass.com, dari 24 desa itu 19 kadesnya adalah kader dan simpatisan PDIP.

Sementara, Ketua PAC PDIP di kecamatan itu diketuai Dede Sembada yang kini menjabat wakil bupati. Politisi yang semula hendak maju kembali ini tidak direkomendasi oleh DPP sehingga batal maju.

Akibatnya muncul sangkaan bahwa suara Desem akan dilimpahkan ke paslon lain yang bukan dari paslon PDIP. Saat dikonfirmasi dia membantahnya. “Saya dan juga jajaran pengurus PAC, ranting hingga anak ranting tentu tunduk dan patuh pada keputusan partai. Tidak benar kalau suara kami di Ciawigebang bakal dilimpahkan ke paslon lain,” tegas Desem, Minggu (14/1/2018).

Meski tidak direkom, Desem tetap loyal. Dia meminta agar jangan meragukan militansinya. Bahkan Desem menegaskan, dadanya tetap merah.

Pernyataan Desem dikuatkan jajaran pengurus PAC PDIP Ciawigebang dengan jubir, Nana Sudarna. Pelimpahan suara massa PDIP di wilayahnya ke paslon lain dibantahnya.

“Itu tidak benar. Kami jajaran PAC, Ranting dan Anak Ranting sepakat untuk memenangkan calon dari partai kami sendiri,” tandasnya.

Namun Nana mengaku kaget ketika mendengar adanya istilah Forum PAC PDIP di Kuningan. Forum tersebut seolah-olah mengatasnamakan pengurus PAC. Disamping tidak sesuai AD/ART, keberadaan forum tersebut justru bisa memecah belah partai.

“Di PDIP itu tidak ada istilah Forum PAC. Yang ada, DPC sebagai induk organisasi di tingkat kabupaten/kota. DPD di tingkat provinsi dan DPP di tingkat pusat. Satu komando. Lalu forum PAC itu untuk apa?. Kan setelah DPC itu ada PAC, Ranting sampai Anak Ranting,” jelas Nana.

Adanya forum tersebut diminta olehnya agar ditindaklanjuti. Ketua DPC Rana Suparman didesak untuk menindak tegas oknum yang mengaku-ngaku sebagai koordinator ketua PAC. Padahal secara AD/ART, koordinator PAC ada di tangan DPC.

“Ini jangan dibiarkan. Ketua DPC harus menindak tegas oknumnya. Sebab bisa memecah belah partai dan melanggar AD/ART partai,” desak Nana dan jajaran pengurus PAC Ciawigebang lainnya. (deden)

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com