Siapkan Tali Gantungan dan Peti Mati Jika Korupsi

JAPARA (MASS) – Tekad dr Toto Taufikurohman Kosim untuk membuat Kabupaten Kuningan lebih baik jika dirinya terpilih jadi bupati rupanya tidak main-main. Keprihatinan atas berbagai permasalahan masyarakat yang ada di kota kuda ini menjadi sebuah pemicu yang kuat bagi dirinya untuk membawa perubahan.

Dalam kunjungannya ke Desa Kalimati Kecamatan Japara, Selasa (24/4) dirinya berjanji di hadapan ratusan masyarakat yang hadir untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat jika dirinya terpilih menjadi bupati nanti.

Selain itu Toto juga secara tegas mengatakan kepada masyarakat akan menjaga amanah dari masyarakat yang memilihnya kelak. Dia ingin masyarakat Kuningan memiliki kehidupan yang lebih baik dari saat ini.

Secara lantang ia mengatakan kepada masyarakat, jika dirinya terpilih sebagai bupati nanti dan ternyata korupsi, maka sediakan tali gantungan dan peti mati.

Hal tersebut dinyatakan dr Toto sebagai sebuah janji bukan hanya kepada masyarakat tapi juga kepada Allah SWT.

“Jika saya terpilih jadi bupati nanti dan nyatanya saya korupsi, sediakan gantungan dan peti mati untuk saya, karena ini janji saya kepada masyarakat dan Allah SWT,” tegas Toto.

Calon bupati dengan slogan Sentosa ini menegaskan jika ucapannya itu bukanlah omong kosong belaka. Masyarakat bisa membuktikannya nanti jika memang kelak dirinya terpilih sebagai bupati dan ternyata korupsi.

Pernyataan Toto disambut riuh masyarakat Kalimati seraya memekikkan takbir. Urip (45), warga setempat mengaku semakin yakin memilih dr Toto terlebih dirinya kini mengutarakan hal yang mungkin enggan diutarakan oleh calon yang lain.

Menurutnya janji Toto tersebut menandakan keseriusan bukan omong kosong. Karena dirinya berjanji bukan hanya kepada masyarakat tapi kepada Allah SWT.

“Janji Dokter Toto ini saya rasa bukan omong kosong, karena dia berjanji bukan hanya kepada masyarakat tapi kepada Allah SWT yang tentunya jika dilanggar risikonya bisa sangat besar,” kata Urip.

Menurutnya, ketegasan Toto didasari oleh ketidaktegasan Pemkab Kuningan dalam menindak segala bentuk pelanggaran. (deden/rls)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com