Mantan ‘Supir Rakyat’ Nyalon Wabup

KUNINGAN (Mass) – Kedatangan tiga bakal calon wakil bupati ke kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan kemarin, Rabu (25/5), saat menyerahkan formulir penjaringan balon wabup di internal DPC PDIP cukup menyita perhatian masyarakat setempat. Pasalnya, dari ketiga balon tersebut salah satunya yakni anggota parlemen daerah sekaligus mantan supir bus umum selama 19 tahun silam yakni Udin Burhanudin.

Justru, pria asal Desa/Kecamatan Pasawahan ini harus rela melepas profesinya itu sejak dirinya dilantik jadi anggota DPRD Kabupaten Kuningan 8 September lalu. Walaupun berangkat dari kalangan masyarakat biasa apalagi profesinya sebagai sopir bus Putra Luragung, Udin mengaku tidak gengsi untuk masuk ke wilayah lembaga politik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus DPC PDIP Kuningan, karena telah membuka ruang terhadap kader partai dalam hal ini sebagai PAC, dalam penjaringan balon wabup. DPC PDIP sangat terbuka, terbukti kami yang di PAC diterima sangat baik dalam penjaringan ini,” ucap mantan supir bus, Udin Burhanudin yang juga menjabat sebagai Ketua PAC Pasawahan Kuningan itu.

Dirinya berharap, kedepan dengan kepemimpinan yang dilakukan Ketua DPC PDIP saat ini yaitu Rana Suparman SSos, bisa lebih sukses dan lebih maju. Motivasinya, masuk dalam penjaringan balon wabup ini tak lain sebagai bentuk ingin mengabdikan diri terhadap partai, khususnya masyarakat Kuningan.

“Nantinya, yang dilakukan bagi seorang wakil bupati harus bisa bekerjasama secara sinergis dengan bupati, supaya roda pemerintahan bisa berjalan dengan lancar dan kondusif. Dan saya jelas sudah siap, apapun keputusannya nanti,” tandasnya.

Dirinya mengaku, siapapun nanti balon yang kemudian terpilih oleh DPP untuk menduduki kursi K2, Udin menyatakan siap dengan segala bentuk keputusan yang dikeluarkan partai. “Sebagai kader partai, siapapun yang terekomendasi, itu ya selesai. Kita patuh dan tunduk terhadap keputusan partai,” tegasnya lagi.

Sebagai kader partai kata Udin, apapun keputusannya itu harus bersikap sebagaimana mestinya dan bisa legowo. Prinsipnya, kader partai harus tunduk pada aturan partai. “Insya Allah saya kondusif, tidak ada gerakan apa-apa siapapun nanti yang direkomendasikan. Kita harus memberikan contoh terhadap teman-teman yang lain,” terangnya.

Bahkan, Udin yang telah menjabat sebagai ketua PAC PDIP Pasahawan selama tiga periode itu siap apabila, nantinya harus ada komunikasi politik dengan partai pengusung pasangan Utama (Hj Utje-H Acep). “Itu nanti saya serahkan ke DPC partai. Saya belum, nanti arahan dan petunjuk DPC seperti apa baru kita lakukan koordinasi dan konsultasi dengan partai, dalam hal ini DPC partai. Kata partai harus terjun ke lubang seperti apa, ssaya siap,” pungkasnya. (andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com