Kerja Sampai Shubuh, Petugas KPPS Kapok

KUNINGAN (MASS) – Rekapitulasi suara ditiap TPS beres rata-rata Kamis dini hari sekitar jam 03.00 WIB. Bahkan ada yang beres jam 04.30 WIB. Hal ini menjadi perhatian semua pihak dan hingga kini tugas mereka menjadi perbincangan masyarakat termasuk di Kabupaten Kuningan.

Masyarakat mengapresiasi kinerja petugas KPPS yang benar-benar total berkerja untuk mensukseskan Pemilu 2019. Kuninganmass.com sendiri mememinta pendapat dari petugas KPPS terkait tugas yang dijalankan hingga shubuh itu.

Beragam komentar mereka utarakan pasca menjadi petugas. Ada yang kapok, ada yang menilai honor dan tanggungjawab tidak sebanding dan juga ada yang tidak mempermasalahkan karena ini sudah menjadi tugas.

“Saya beres jam 04.30 WIB dan tentu sangat lelah sekali. Kalau ditanya masalah honor tidak sebanding karena hitungannya dua hari kerja. Jujur saya kapok tidak mau lagi menjadi petugas KPPS,” ujar Petugas KPPS di TPS  16 RT 07/04 Lingkungan Pasepaen 3 Kelurahan/Kecamatan Kuningan, Asep Dian.

Sama halnya dengan Asep, Ema Yulia petugas KPPS di salah satu TPS di Kecamatan Kramatmulya mengaku, honor yang diterima tidak sebanding dengan tangungjawab. Ia sendiri beres jam 03.00 WIB dan hanya istirahat 30 menit karena harus mengurus keluarga dan usaha.

“Yang lain langsung tidur saya hanya 30 menit. Benar-benar melelahkan dan ini pengalaman yang menguras fisik dan pikiran,” ujar ibu dua anak ini.

Sementara itu, Toni Suroso dan Rini, dua petugas KPPS di Desa Cijemit Kecamatan Ciniru dan Desa Gunungkarung Kecamatan Luragung  tidak mempermasalahkan honor karena bagi mereka sudah menjadi tugas sehingga harus dilaksanakan.

“Masalah nilai honor, apa besar atau tidak bagi saya relatif tergantung orangnya. Karena ini tugas saya ikhlas karena ingin membantu menyukseskan Pemilu,” ujarnya.

Terpisah, Ketua KPU Kuningan Asep Z Fauzi membenarkan, para petugas KPPS bekerja sampai dini hari. Pihaknya sangat mengapresiasi kinerja mereka yang all out dalam menyukseskan Pemilu 2019.

“Itulah wujud dedikasi penyelenggara untuk bangsa dan negara, meski tetap selalu ada  nyinyir kepada penyelenggara,” ujar Asep. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com