Jumlah Pemilih dari Penghuni Lapas Merosot

KUNINGAN (MASS) – Tidak seperti pemilu-pemilu sebelumnya, pada Pilkada Serentak 2018 ini jumlah pemilih dari warga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan kemungkinan besar merosot tajam. Ini disebabkan berkurangnya penghuni dari sekitar 750 orang menjadi hanya 359 orang.

Data ini terungkap pada saat KPU Kuningan melakukan coklit pemutakhiran data pemilih Senin (5/2/3018). Hadir Komisioner KPU Divisi Teknis, Perencanaan dan Data, Dadan Hamdani. Hadir pula Kasi Kerjasama dan Inovasi Disdukcapil, Drs Jaja Moh Faozan.

Aan Bachtiar selaku Kepala Bikemaswat menyebutkan, penghuni Lapas saat ini sebanyak 359 orang. Dari jumlah tersebut, calon pemilih untuk Pilbup Kuningan hanya sebanyak 135 orang. Sedangkan calon pemilih untuk Pilgub Jabar sebanyak 283 orang.

“Orang Kuningannya sebanyak 135 orang. Lalu warga luar Kuningan yang masih Jawa Barat sebanyak 148 orang. Jadi total pemilih untuk Pilgub Jabar sebanyak 283 orang. Selebihnya ada yang orang Lampung, Brebes, Jakarta dan lainnya di luar Jabar,” ungkapnya.

Kendati demikian, Aan belum bisa menjamin data tersebut akan tetap utuh sampai hari pencoblosan 27 Juni mendatang. Pasalnya, dalam perjalanan pihaknya belum mengetahui adanya penghuni yang pindah atau muncul program bebas bersyarat.

Ditanya tingkat partisipasi penghuni Lapas, menurut Aan, biasanya 100 persen. Terlebih sekarang ini jumlahnya lebih sedikit ketimbang sebelumnya. Bagi mereka, pemilu dapat dijadikan ajang hiburan karena saking jarangnya.

Pihaknya selaku pegawai Lapas tidak akan mengondisikan atau mengarahkan pilihan para penghuni nanti. “Ini pesta demokrasi. Jadi kami persilakan untuk memilih sesuai kehendak dan keyakinan mereka,” tandasnya.

Sedangkan bagi para paslon yang ingin berkampanye, ia mempersilakan siapapun. Tugasnya hanya memfasilitasi tanpa muatan apa-apa untuk menggiring penghuni Lapas untuk memilih calon tertentu.

Sementara, Komisioner KPU Dadan Hamdani mengatakan, proses coklit di Lapas tidak akan selesai satu hari. Sebab tidak menutup kemungkinan masih banyak penghuni Lapas yang belum memiliki e-KTP atau sudah melakukan perekaman.

“Kita mutakhirkan sekarang dengan menggandeng Disdukcapil. Sebab mereka yang belum berKTP atau belum melakukan perekaman, bakal ditindaklanjuti oleh Disdukcapil. Kalaupun ada yang mengaku-ngaku sudah merekam, bisa terdeteksi lewat iris mata dan sidik jari,” terangnya.

Khusus untuk penghuni Lapas, imbuh Dadan, akan disediakan TPS yang masuk Kelurahan Purwawinangun Kecamatan Kuningan. Berbeda dengan sebelumnya, TPS yang akan didirikan di Lapas tersebut hanya satu TPS. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com