Dua Mantan Birokrat Terjun Politik Praktis

KUNINGAN (MASS) – Musim pencalegan 2019 kini diwarnai oleh banyaknya pensiunan birokrat yang terjun ke dunia politik. Sejauh ini baru dua figur yang terkonfirmasi serius akan mencalonkan anggota DPRD Kuningan.

Kedua sosok tersebut, salah satunya H Yosep Setiawan. Ia merupakan mantan sekretaris daerah (sekda) yang baru saja pensiun terhitung 1 Maret tahun ini.

Kontribusi besarnya dalam membangun Kuningan selama 34 tahun jadi PNS, nampaknya dirasa belum cukup. Yosep masih ingin membaktikan dirinya untuk Kuningan lewat jalur politik menjadi wakil rakyat.

“Mohon doa restunya saja. Semoga tenaga dan pikiran saya ini memberikan manfaat untuk Kuningan,” ujar pria yang rumahnya di seberang Perumahan Ciporang itu.

Yosep akan berangkat dari PDI Perjuangan. Oleh Ketua DPC PDIP Kuningan Rana Suparman SSos, ia ditunjuk untuk maju dari dapil 1 yang meliputi Kecamatan Kuningan, Cigugur, Garawangi, Sindangagung, Ciniru dan Hantara.

Diinternal partai, Yosep akan “bersaing” ketat dengan para caleg incumbent seperti Tresnadi (sekretaris DPC), Andi Malarangeng, dan dua pendatang baru Elin Lusiana (istri H Ade Petruk) dan Yayan Olly (ketua IMIK).

Sedangkan pendatang baru dari pensiunan birokrat lainnya adalah H Dedi Supardi. Jabatan terakhirnya menjadi sekretaris Disdikbud Kuningan. Setelah 32 tahun mengabdi menjadi seorang pendidik, 1 Februari 2018 Dedi memasuki usia pensiun.

“Insya Allah mau mencalonkan. Mohon doa dan bantuannya. Motivasi saya maju agar punya kesempatan mengawal pendidikan karena terus merosot,” ungkap Dedi.

Selama ini, pria yang meniti karirnya dari seorang guru itu memiliki kepedulian tulus terhadap dunia pendidikan. Sayang, kewenangannya terbatas lantaran belum sempat menduduki posisi sebagai kepala Disdikbud.

Untuk itu, lewat jalur lain Dedi ingin mengabdikan diri untuk tanah kelahirannya. Ia berencana maju dari dapil 1 Kuningan menggunakan “kendaraan” Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Pengabdian diri itu bukan hanya di birokrasi pemda saja. Di keanggotaan DPRD juga bisa. Untuk dapil, dapil 1 itu baru usulan. Keputusan dari pimpinan partainya belum,” terangnya.

Ketika ada dua pendatang baru dari birokrat, tidak menutup kemungkinan muncul kekhawatiran dari caleg incumbent dari dapil 1 yang juga sama-sama berlatarbelakang birokrat. Kebetulan terdapat H Nunung Sanuhri, anggota dewan asal PAN yang sebelumnya menjabat sekda Cirebon dan juga kepala Bakorwil Cirebon. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com