Begini Penjelasan Metode Saint Lague, Penentu Kursi Dewan

KUNINGAN (MASS) – Tahapan, Program, dan Jadwal Pemilihan Umum Tahun 2019 telah dimulai sebelum Pilkada Serentak Rabu 27 Juni Tahun 2018 kemarin selesai. Mengacu pada PKPU Nomor 5 Tahun 2018 tentang perubahan atas PKPU Nomor 7 Tahun 2018 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Pemilihan Umum Tahun 2019 bahwa kini tengah berlangsung pengumuman pendaftaran calon dan pendaftaran calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota serta Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden.

“Bicara kaitannya soal partai politik dan suara dalam Pemilu Tahun 2019, Pasal 414 ayat 1 UU Nomor 7 Tahun 2017 menyampaikan bahwa Parta Politik Peserta Pemilu harus memenuhi ambang batas perolehan suara paling sedikit 4% dari jumlah suara sah secara nasional untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi anggota DPR. Dan ayat 2-nya menyampaikan bahwa seluruh Partai Politik Peserta Pemilu diikutkan dalam penentuan perolehan kursi anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota,” tutur Dadan Hamdani Komisioner KPU Kabupaten Kuningan Divisi Teknis.

Selanjutnya Dadan memaparkan bahwa Pasal 415 ayat 3 menyampaikan dalam hal penghitungan perolehan kursi DPRD provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, suara sah setiap partai politik dibagi dengan bilangan pembagi 1 dan diikuti secara berurutan oleh bilangan ganjil 3; 5; 7; dan seterusnya.

“Adapun ketentuan penetapan perolah jumlah kursi tiap Partai Politik Peserta Pemilu di suatu daerah pemilihan yang diatur dalam Pasal 420 UU Nomor 7 Tahun 2017 diantaranya; a) penetapan jumlah suara sah setiap Partai Poltik Peserta Pemilu di daerah pemilihan sebagai suara sah setiap partai politik; b) membagi suara sah setiap Partai Politik Peserta Pemilu sebagaimana dimaksud dengan bilangan pembagi 1 dan diikuti secara berurutan oleh bilangan ganjil 3, 5, 7, dan seterusnya,” jelas Dadan.

Ketentuan berikutnya papar Dadan yaitu hasil pembagian sebagaimana dimaksud diurutkan berdasarkan jumlah nilai terbanyak dan nilai terbanyak pertama mendapat kursi pertama, nilai terbanyak kedua mendapat kursi kedua, nilai terbanyak ketiga mendapat kursi ketiga dan seterusnya sampai jumlah kursi di daerah pemilihan habis terbagi.

“Formula elektoral dalam metode penghitungan alokasi kursi dibagi menjadi 2 kategori dasar, yakni Metode Divisor dan Metode Kuota. Metode Divisor adalah metode penghitungan dengan memberi bilangan pembagi tertentu yang sudah tetap. Pada metode divisor tidak mengenal BPP maupun sisa suara. Metode lainnya adalah memote kuota; metode tersebut merupakan metode dengan penggunaan BPP yang membagi jumlah total suara sah dengan jumlah kursi yang dialokasikan di distrik atau daerah pemilihan tertentu, dan selau memiliki sisa suara yang memerlukan penghitungan tahap selanjutnya,” papar Dadan.

Untuk metode yang akan digunakan dalam penghitungan suara Pemilu Tahun 2019 yakni Metode Saint Lague Murni. Dadan menyampaikan bahwa metode saint lague murni tersebut termasuk ke dalam kategori formula divisor yang memilih bilangan pembagi tertenu yang sudah tetap. Suara yang diraih oleh setiap partai dibagi angkat serial 1, 3, 5, 7, 9, dan seterusnya. (deden)

Berikut adalah ilustrasinya:

NO. PARTAI POLITIK SUARA SAH BP

1

BP

3

BP

5

BP

7

BP

9

BP

11

BP

13

1. PARTAI APEL 963 963 321 193 138 107 88 74
2. PARTAI JERUK 814 814 271 163 116 90 74 63
3. PARTAI MARKISA 384 384 128 77 55 43 35 30
4. PARTAI ANGGUR 2280 2,280 760 456 326 253 207 175
5. PARTAI SEMANGKA 41265 (1)  41,265 (2)  13,755 (3)  8,253 (4)  5,895 (5)  4,585 (6) 3,751 (7) 3,174
6. PARTAI LECI 608 608 203 122 87 68 65 47
7. PARTAI PISANG 802 802 267 160 115 89 73 62
8. PARTAI PEPAYA 188 188 63 38 27 21 17 14
9. PARTAI MANGGA 2350 2,350 783 470 336 261 214 181
10. PARTAI MANGGIS 136 136 45 27 19 15 12 10
11. PARTAI JAMBU 3121 3,121 1,040 624 446 347 284 249
12. PARTAI CEMPEDAK 549 549 183 110 78 61 50 42

Catatan: Seluruh deret bilangan pembagi terpakai

 

NO. PARTAI POLITIK SUARA SAH BP

1

BP

3

BP

5

BP

7

BP

9

BP

11

BP

13

1. PARTAI APEL 1963 1,963 654 393 280 218 178 151
2. PARTAI JERUK 1814 1,814 605 363 259 202 165 140
3. PARTAI MARKISA 5678 (5)  5,678 1,893 1,136 811 631 516 437
4. PARTAI ANGGUR 2280 2,280 1,893 1,136 811 631 516 437
5. PARTAI SEMANGKA 41265 (1)  41,265 (2)  13,755 (3)  8,253 (4)  5,895 (6)  4,585 3,751 3,174
6. PARTAI LECI 2608 2608 869 522 373 290 237 201
7. PARTAI PISANG 1802 1,802 601 360 257 200 164 139
8. PARTAI PEPAYA 1188 1,188 396 238 170 132 108 91
9. PARTAI MANGGA 2350 2,350 783 470 336 261 214 181
10. PARTAI MANGGIS 4136 (7)  4,136 1,379 827 591 460 376 318
11. PARTAI JAMBU 3121 3,121 1,040 624 446 347 284 240
12. PARTAI CEMPEDAK 549 549 183 110 78 61 50 42

Catatan: Terdapat beberapa deret bilangan yang tidak terpakai

 

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com