Bayuning Tidak Ingin Calon Lain Pimpin Kuningan

KUNINGAN (MASS) – Hampir seluruh warga Desa Bayuning, Kecamatan Kadugede  sepertinya tidak menginginkan Kuningan dipimpin paslon lain, selain Paslon Nomor Urut 3 Acep Purnama-Ridho Suganda,.

Paslon Petahana tersebut, dianggap oleh mereka tidak memiliki sejarah cacat. Padahal mereka sudah bekerja, hasiolnya terbukti.  Hal itu merupakan modal  dan tinggal terus melanjutkan program kerja 5 tahun kedepan.

“Apalagi yang dicari. Paslon AR  sudah bekerja. Kerjanya gak neko-neko. Apalagi punya sejarah koruptor, tidak ada itu. InsyaAllah Paslon AR terus amanah,” tandas tokoh masyarakat Desa Bayuning, H Momon, dihadapan sedikitnya 700 warga saat menerima hangat kunjungan Cabup Acep Purnama.

Untuk itu, H Momon mewakili masyarakat Desa Bayuning sejak dulu tidak ragu kepada Paslon AR. Ia menyatakan dukungannya terhadap Paslon AR untuk memimpin kembali Kabupaten Kuningan. Dukungan merupakan harga mati.

Apalagi sejak dulu pula, Ia mengaku telah bersahabat dengan Cabup No Urut 3 ini.  sehingga  tahu betul kepribadian dan caranya memimpin.  Penilaian  sosok Acep Purnama sederhana, peduli dan merakyat memang terbukti.

 “InsyaAllah masyarakat sudah tahu dan merasakan itu,” tandasnya lagi.

Pada kesempatan tersebut, H Momon juga menekankan untuk tidak memilih pemimpin atas dasar money politik.  Rasanya hina harga diri  dinilai dengan uang besarnya Rp25 ribu sampai Rp50 ribu.

“Kalau ada warga memilih gara-gara dikasih uang itu, pasti bukan warga Desa Bayuning,’ tegasnya, disambut tepuk tangan hadirin.

Cabup Acep Purnama di depan massa Desa Bayuning memaparkan Visi Kuningan Mas (Mandiri, Agamis, dan Sejahtera) yang sedang dijalankan pada masa kepemimpinannya sebagai bupati saat ini. Sekaligus menjelaskan Visi Kuningan MAJU (Makmur, Agamis, dan Pinunjul) yang sedang diusungnya dalam pencalonannya kembali menjadi Bupati Kuningan periode 2018-2023 bersama Cawabupnya Ridho Suganda.

Acep kemudian menjelaskan pengertian Sajati. Yaitu Santana berarti merakyat, Basajan artinya sederhana, dan Santika artinya peduli terdahap sesama. Terlebih peduli kepada rakyat kecil.

“Kuningan harus dipimpin oleh orang-orang yang memegang prinsip-prinsip kepemimpinan Sajati. Bupatinya, pejabatnya, camatnya, lurahnya, kepala desanya, RW nya, RT nya. Semua harus menjadi Pemimpin Sajati,” papar Acep

Bupati non aktip itu  pun berjanji, jika terpilih kembali, dan dipercaya oleh masyarakat, khususnya masyarakat Desa Bayuning akan melanjutkan dan menuntaskan pembangunan yang belum terselesaikan di Kabupaten Kuningan.(agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com