Bakal Ada Pertemuan Tahap Kedua

KUNINGAN (MASS) – Koalisi Besar yang sedang dibangun tidak akan berhenti pada pertemuan tersebut. Dalam tiga hari ke depan, para pucuk pimpinan parpol yang bersepakat di RM Cibentang Selasa (12/12/2017) bakal menjadwal ulang pertemuan tahap kedua.

“Tidak menutup kemungkinan koalisi ini berkembang seiring dengan kebijakan DPP dan DPW masing-masing partai. Kalau melihat konstelasi Pilgub Jabar pasca deklarasi Mayjen Sudrajat, kemungkinan antara Gerindra, PKS dan PAN bersatu dan merembes ke daerah,” ujar Ketua DPC Gerindra Kuningan, H Dede Ismail SIP.

Daerah akan menjalankan fatsoen partai. Sedangkan saat itu pihaknya sedang membangun komunikasi politik 4 parpol. Persepsi disamakan dalam menentukan arah politik ke depan untuk perubahan.

“Menyangkut figur calon, kita perlu kesepakatan bersama. Ada kemungkinan dalam minggu-minggu ini dibangun komunikasi antara Gerindra, PKS dan PAN di tingkat DPP masing-masing dalam menentukan arah politik. Semoga parpol lain di luar incumbent bisa bergabung untuk menyamakan konsep. Salah satunya PKS,” papar Deis.

Lantaran pada pertemuan tersebut masih ada yang tidak hadir, maka dalam 3 hari ke depan pihaknya akan menjadwal ulang pertemuan. Bahkan pada pertemuan berikutnya akan dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman yang dapat menjadi aturan internal partai masing-masing.

“Kita akan buat kesepakatan komitmen bahwa Koalisi Besar ini mengusung calon yang bukan milik partai masing-masing. Tapi milik koalisi. Kita ingin menyajikan pemimpin yang diterima masyarakat dan mampu melayani masyarakat, arif bijaksana dan tak arogan, mau turun ke bawah melihat kondisi masyarakat,” ucapnya.

Dalam menentukan figur calon, jumlah kursi di parlemen tidak akan menjadi pertimbangan satu-satunya. Deis menandaskan semua parpol diharapkan tidak mengedepankan ego partainya. Tapi lebih mengedepankan kepentingan rakyat Kuningan.

Ketika Demokrat dan PKS menawarkan nama, maka hal itu dapat menjadi bahan pertimbangan. Sebab ukurannya bisa meliputi kapasitas, kapabilitas, hasil survei serta pertimbangan lain yang dinilai bisa melawan incumbent.

“Kita gak ada niatan untuk kalah. Yang ada hanyalah nyaris kalah, yang berarti menang juga,” pungkas Deis. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com