Anggaran Pas-Pasan, Komisi II Keukeuh Kunker ke Bali

ANCARAN (Mass) – Walaupun jumlah anggaran dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) TA 2016 untuk kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan ke Bali pas-pasan, namun jajaran Komisi II terkesan memaksakan diri bertolak ke pulau dewata tersebut. Komisi II berpendapat, kunker yang kali pertama dilakukan ke luar pulau jawa itu dilakukan untuk melihat sisi potensi yang bisa dikembangkan di Kabupaten Kuningan.

“Ya memang tekor, jadi kita tidak dapat SPPD itu karena dihabiskan. Namun, di Bali itu ada tiga kota/kabupaten yang luar biasa dari struktur kemitraan di Komisi II ini, yakni di Kota Denpasar, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Jimbrana. Dimana, Pendapatan Asli Daerah (PAD) disana itu cukup tinggi, pertanian bagus, dan juga pengelolaan pariwisata juga sangat bagus, kan Komisi II salah satunya kemitraan dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud),” ucap Ketua Komisi II DPRD, H Dede Ismail SAP kepada awak media sebelum pemberangkatan ke Bali, Rabu (6/4).

Terlebih kata Dede, bidang perkoperasian di Bali juga dinilai sudah sangat baik. Sebab, industri kecil dan menengah disana benar-benar menjadi motor penggerak perkoperasian seperti sebagai sentral oleh-oleh.

“Disana itu koperasi membidangi semua industri kecil menengah, dan dikasih modal. Jadi, pinjaman KUR dari Bank itu melalui koperasi. Dari koperasi itu diarahkan semua, sehingga orang terdorong untuk menjadi anggota koperasi. Bagi mereka yang tidak masuk menjadi anggota koperasi, maka disana mereka akan rugi karena tidak mendapatkan pinjaman lunak dengan bunga cuma 6,8 persen per tahun,” katanya.

Jadi kata Dede, untuk mendapatkan pinjaman bank itu cukup dengan bergabung menjadi anggota koperasi, dan tidak perlu mempergunakan agunan. Lalu, untuk industri seni kreatifitasnya juga sangat berkembang baik dengan pangsa pasar yang luas.

“Bahkan, di Badung itu APBD-nya lebih besar dari APBD provinsi Bali, malahan se Indonesia. APBD Badung ini paling tinggi, dan Badung ini jadi tujuan studi banding DPRD-DPRD lain, hanya Kuningan saja yang belum,” ujarnya.

Dikatakan, dalam kunjungan itu pihaknya mengaku berdasarkan kesepakatan bersama. Jadi, segala persoalan yang nantinya bakal dihadapi Komisi II ketika berangkat ke Bali itu akan ditanggung bersama-sama.

“Kita semua komisi ikut semua kesana, beserta pendamping. Ini juga demi masyarakat Kabupaten Kuningan, karena ilmu yang diperoleh dari hasil Kunker itu begitu banyak. Kita rela mengalokasikan seluruh SPPD untuk biaya kesana,” pungkasnya. (andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com