KUNINGAN (MASS) – Sebagai upaya mempererat solidaritas, Fakultas Teknik (FTEK) Universitas Islam Al-Ihya Kuningan (UNISA) menggelar Malam Keakraban (Makrab). Kegiatan itu berlangsung di Curug Putri Palutungan, Jumat–Minggu, (28–30/11/2025).
Acara itu diikuti oleh puluhan mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika (TI), Teknik Mesin (TM), dan Teknologi Pangan (TP). Selain peserta, terdapat sekitar 35 panitia yang terlibat aktif.
Berbagai rangkaian kegiatan mengisi Makrab FTEK, mulai dari permainan kebersamaan, materi keorganisasian, diskusi santai, hingga malam refleksi. Seluruh aktivitas diarahkan untuk membangun kekompakan, kepedulian sosial, serta rasa tanggung jawab sebagai mahasiswa Fakultas Teknik UNISA Kuningan.
Dekan Fakultas Teknik UNISA Kuningan, Jenal Gofur Asmanul Salam, S.Kom., M.Si., dalam sambutannya menegaskan, perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, justru menjadi kekuatan jika dikelola dengan baik.
“Kita berasal dari jurusan yang berbeda, latar belakang yang berbeda, dan karakter yang berbeda. Namun perbedaan itu jangan dijadikan jarak, melainkan jembatan untuk saling melengkapi. Sesuai dengan tema malam ini, bersatu dalam perbedaan, kuat dalam persatuan. Di sinilah kalian belajar bahwa kebersamaan adalah kekuatan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Presiden Mahasiswa UNISA Kuningan, Muhammad Saefulloh Rohman, juga menekankan pentingnya menjaga solidaritas lintas jurusan.
“Kita mungkin beda jaket, beda kelas, bahkan beda cara berpikir. Tapi ketika berbicara tentang solidaritas, kita harus satu suara,” tambahnya.
Rektor Universitas Islam Al-Ihya Kuningan, Nurul Iman Hima Amrullah, S.Ag., M.Si., yang sekaligus secara resmi membuka acara Makrab FTEK, turut mempertegas dan memperluas pesan dari Dekan FTEK. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan pengalaman kebersamaan di Makrab sebagai bekal ketika terjun ke dunia nyata, baik di dunia kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
“Di dunia kerja nanti, kalian tidak akan hanya berhadapan dengan satu disiplin ilmu saja. Kalian akan bekerja dalam tim yang terdiri dari berbagai latar belakang keilmuan, budaya, dan karakter. Apa yang kalian jalani di Makrab ini adalah latihan nyata bagaimana menghargai perbedaan dan mengubahnya menjadi kekuatan,” ungkapnya. (argi)
