KUNINGAN (Mass)- Malang benar nasih para penumpang bus Hiba Utama yang mengalami kecelakaan diduga rem blong di tanjakan Jalan Cigugur-Sukamulya atau dekat pertigaan jalan menuju ke arah Desa Cisantana Kecamatan Cigugur. Pasalnya, hingga jam 10 malam jemputan bus pengganti belum juga datang.
Mereka terpaksa menunggu di Mapolsek Cigugur karena bus pengganti dari perusahaan Hiba Uatma baru akan tiba jam 12 malam. Tadinya pihak kepolisian berharap penumpang bisa diangkut oleh mobil bus yang ada di Kuningan, namun ternyata tidak bisa sehingga pihak perusahaan mengirim bus.
“Belum pulang karena masih menunggu bus dari Cibitung Kabupaten Bekasi. Paling juga tiba jam 12,” ucap Kapolsek Cigugur Iman Supratikno SH MH melalui Kanit Intel Endar Kuswanadi, Sabtu malam.
Sekendar informasi ternyata bus itu mengangkut penumpang usai melakukan ziarah ke Pamijahan Kabupaten Tasikmalaya. Selain itu juga berkunjung ke Kecamatna Panjalu Kabupaten Ciamis.
Rencananya rombongan ini akan meneruskan ke ziarah Makam Sunan Gunung Jati Cirebon. Namun, belum juga tiba di Cirebon mereka malah terkena musibah di Kuningan.
Rombongan ini berasal dari Desa Suktani Kecamatan Sukamanah Kecamatan Bekasi. Mereka yang berjumlah lebih dari 60 (dengan anak kecil) itu masih satu kampung dan masih ada jalinan kerabat.
“Kami melakukan wisata ziarah ke Pamijahan, Panjalu dan ke Makan Sunan Gunung Jati. Berangkat dari Bekasi Jumat dan akan kembali pulang Sabtu ini kalau tidak ada kendala. Eh, ternyata kena musibah. Kalau sudah seperti ini apa akan jadi ke Cirebon belum tahu,” ucap Lasim salah seorang penumpang.
Lasim mengaku, meski terkena musibah dan semua penumpang shock namun pihak bersyukur karena semua penumpang selamat. Terkait pulang pihaknya bisa menunggu jemputan bus yang terpenting bisa kembali ke rumah.
Sementara itu penumpang lain, Sartani yang pada saat kejadian turun untuk mengatur bus yang akan mundur mengaku, heran dengan kejadian ini. Menurutnya, buka rem blong tapi bus tiba-tiba mati mesin dan tidak terkendali sehingga menabrak kendaraan.
“Kalau rem blong tidak mungkin bus bisa dibawa ke polsek bersanma penumpang. Kemungikinan karena faktor mesin mati dan bus tidak terkendali karena beberapa kali ketika mundur bunyi mesin mobil rug-reg,” ucap dia. (agus)