Reuni Ajang Silaturahmi atau Ajang Eksis?

KUNINGAN (MASS) – Kita tentu sudah tidak asing saat mendengar kata reuni, justru seseorang yang tidak tau istilah reuni akan dinilai ketinggalan zaman dan jadi bahan tertawaan. Kata atau istilah reuni adalah kata serapan dari bahasa Inggris reunion yang berasal dari 2 kata yaitu re dan union, re artinya kembali sedangkan union berarti bersatu. Jadi reunion dalam bahasa Inggris berarti bersatu kembali. Dalam KBBI reuni berarti kembali berkumpul (dengan teman sekelas, teman seperjuangan, kerabat dll.) setelah lama berpisah. Jadi dengan jelas kita ketahui bahwa reuni artinya berkumpul atau bersatu kembali dengan teman atau kerabat setelah lama berpisah dan tidak berjumpa.

Reuni dapat dilakukan kapan saja, tidak terbatas oleh waktu. Hal itu bergantung pada keputusan penyelenggara reuni. Namun, biasanya penyelenggaran reuni sering dilaksanakan ketika libur panjang agar banyak orang yang dapat hadir. Penyelenggaranya pun bebas, bisa dari pihak lembaga seperti sekolah, perguruan tinggi atau organisasi maupun dari kelompok alumni lembaga tersebut yang bersedia menjadi panitia pelaksana reuni.

Lalu apa saja yang biasanya dilakukan dalam kegiatan reuni? Biasanya kita melihat reuni sebagai acara berkumpul, bercengkrama, makan bersama dan berfoto bersama dengan kawan lama. Reuni juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan eksistensi diri pada teman, guru ataupun kerabat setelah lama tak berjumpa. Seseorang akan dengan senang hati menceritakan seputar kehidupannya baik tentang ekonomi, sosial ataupun soal pasangan. Seseorang yang dulu dikenal sebagai seorang yang pandai, aktif dan menjadi teladan pasti ingin mempertahankan citra tersebut saat acara reuni. Begitupun dengan seseorang yang dulu dianggap biasa saja bahkan cenderung tertutup dan tidak dikenal juga akan lebih semangat ketika mendengar kabar rencana reuni. Ini menjadi kesempatan emas untuknya membuktikan pada teman lamanya, guru dll. bahwa dia bisa berubah bahkan menjadi orang yang mengagumkan.

Maka tak aneh jika acara reuni terkadang menjadi ajang pamer dan eksis, baik dari segi kekayaan, karir yang cemerlang bahkan unjuk pasangan. Hal seperti itu akan memberikan kepuasan batin tersendiri bagi sebagian orang. Karena itu ada orang yang minder dan tak bersemangat menghadiri reuni ketika merasa kehidupannya tak banyak berubah bahkan cenderung lebih menurun dari sebelumnya.

Padahal tujuan dan manfaat dari acara reuni diantaranya pertama sebagai ajang silaturahmi untuk menyambung dan mempererat kembali hubungan yang renggang bahkan terputus akibat terpisah jarak dan kesibukan masing-masing. Kedua, untuk bernostalgia dan rekreasi mengingat kembali segala kenangan dan pengalaman bersama teman-teman, berbagi canda dan tawa. Ketiga, reuni bisa dijadikan kesempatan untuk memperluas jaringan. Hal ini bisa menguntungkan bagi seseorang yang sedang berbisnis untuk mencari rekan bisnis, investor, sebagai media publikasi dsb. atau mungkin untuk seseorang yang sedang mencari pekerjaan. Ketika kita bertemu banyak orang, maka jaringan pun akan semakin luas dan kuat, terlebih ketika terikat kedekatan emosional, almamater atau organisasi.

Ketika tim penyelenggara reuni mempunyai tujuan dan konsep yang jelas, menyusun jadwal secara terstruktur, maka acara reuni tersebut akan berjalan lancar dan berkesan. Selain itu manfaat dari acara reuni tersebut dapat dirasakan, bukan hanya ketika acara reuni berlangsung, namun terus berlanjut di luar acara dalam kehidupan sosial sehari-hari. Berbeda dengan acara reuni yang tidak terkonsep dan tidak bertujuan selain hanya ingin berkumpul, maka yang terjadi reuni hanya sebatas acara seremonial dan hura-hura belaka. Bercakap sebentar, makan, berfoto, sibuk meng-update status sosmed masing-masing atau untuk pamer unjuk eksistensi, materi, profesi dll. setelah acara selesai pulang dengan tangan kosong dan komunikasi kembali terputus.

Tentu saja kita tidak mengharapkan hal itu terjadi, maka konsep dan rancangan acara yang disertai semangat dan kesungguhan dari pihak penyelenggara sangat penting. Selain itu, dukungan dari peserta juga dibutuhkan untuk kesuksesan acara agar reuni bukan hanya dijadikan ajang eksistensi dan hura-hura saja tapi sebagai kesempatan menyambung kembali silaturahmi yang akan terus berlanjut sampai di luar acara, serta masih banyak lagi manfaat yang dapat diambil dari acara reuni. Hal yang wajar ketika seseorang ingin eksis agar keberadaannya diakui dan dihargai, namun jangan sampai keinginan eksis itu membuat diri sendiri jadi sombong dan merendahkan orang lain.***

Penulis : Nur Cahyani (Mahasiswa Prodi PAI UNISA)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com