Menciptakan Pemilu Ramah Lingkungan

KUNINGAN (MASS) – Pemilihan umum merupakan bentuk nyata dalam sebuah proses demokrasi. Dalam demokrasi yang bersifat substansial menjelaskan bahwa terdapat sebuah proses pergantian pemimpin secara damai dan adil. Pergantian pemimpin di sini dapat diartikan sebagai proses pemilihan umum. Sedangkan damai dan adil dapat diartikan bahwa dalam proses pemilu harus menyingkirkan praktik-praktik pragmatisme dan kecurangan-kecurangan yang dapat merusak kualitas pemilu itu sendiri.

Menciptakan demokrasi yang sehat, maka harus melakukan proses demokrasi yang sehat pula. Untuk melakukan proses demokrasi yang sehat diperlukan kesadaran dan budaya politik yang kuat. Kita dapat melihat bagaimana kualitas demokrasi di suatu Negara melalui proses pemilu, mulai dari tahapan kampanye sampai tahapan pemilihan dan pemungutan suara.

Aliran Sesat Saat Berkampanye

Kita mengaminkan bahwa proses kampanye merupakan hal vital dalam proses pemilu. Dimana para kandidat yang berkompetisi merebut kursi kekuasaan mempromosikan dirinya. Tentu saja banyak cara yang dapat dilakukan dalam proses kampanye ini. Seperti membuat famplet, spanduk, bahkan menggunakan media social. Tahukah anda bahwa kita dapat menilai kandidat dari cara berkampanyenya.

Hampir di semua pemilu kita menemui spanduk-spanduk yang terpajang di sepanjang jalan dan hal itu dilakukan dengan memaku spanduk tersebut ke pohon. Merujuk pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, menurut hemat saya apa yang dilakukan oleh calon ataupun tim sukses adalah salah. Seolah pohon yang ada di pinggir jalan adalah benda mati dan tidak pengaruhnya ketika mereka memaku spanduk kampanye.

Dari hal ini saja kita bisa melihat bagaimana para calon kepala daerah memberikan edukasi politik. Karena hal terpenting lain dari kampanye adalah memberikan edukasi politik. Lalu apakah pantas bagi kita untuk memilih calon kepala daerah yang sejak awal mengajarkan kepada kita untuk tidak sayang lingkungan?

Menciptakan pemilu yang ramah lingkungan merupakan sebuah keharusan. Bukan hanya berkampanye untuk branding diri sendiri tapi bagaimana calon kepala daerah itu memberikan edukasi untuk mencitai lingkungan sekitar.***

Penulis: Muhammad Firdaus (Peneliti Laboratorium Ilmu Politik Universitas Andalas)

 

.

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com